TNI AL dan Pakar Singapura Petakan Tantangan Keamanan Maritim Kawasan Indo-Pasifik

Jakarta, IDM – Pusat Pengkajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal merangkul lembaga kajian internasional S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Singapura untuk memetakan tantangan keamanan laut di kawasan Indo-Pasifik. Kedua pihak menggelar diskusi meja bundar (roundtable discussion) di Gedung Seskoal, Jakarta, Senin (12/10).
Agenda bertema 'From Geopolitics to Geo-Cognitive Strategy: Rethinking Indonesia–Singapore Relations in a Changing Indo-Pacific' ini membedah dinamika hubungan bilateral kedua negara. Forum strategis tersebut memperluas perspektif mengenai keterkaitan geopolitik, dimensi kognitif, serta pengaruh persepsi antarnegara dalam menentukan arah kebijakan maritim.
Baca Juga: Kemhan: “Drone” Siluman Kizilelma dari Turkiye Masih Penjajakan
Untuk mendalami isu sensitif kawasan tersebut, acara dibuka oleh Kakordos Seskoal Laksamana Pertama Goky P. Sihombing, serta pengantar dari pakar RSIS Profesor Kumar Ramakrishna. Dialog dipandu peneliti RSIS Dr. Emirza Adi Syailendra dengan menghadirkan narasumber utama Kepala Pusjianmar Seskoal Laksamana Pertama Salim, Dirjianstraops Seskoal Kolonel Laut (P) Niko Octoria, serta dua pakar RSIS, Jane Chan dan Nicholas Lim.
Lewat kolaborasi antara TNI AL dan lembaga kajian internasional ini, perwakilan kedua negara saling bertukar pemikiran mengenai perubahan strategi pertahanan hingga pengamanan jalur laut kawasan. Pembahasan mendalam tersebut sekaligus memperjelas gambaran mengenai tantangan serta peluang kerja sama Indonesia dan Singapura di tengah kompleksitas perairan Indo-Pasifik.
Melihat pentingnya kegiatan ini, Salim menekankan, pengkajian maritim harus terus adaptif mengikuti dinamika lingkungan strategis global maupun regional.
"Kolaborasi ini memperluas wawasan para perwira dalam menganalisis isu strategis, khususnya terkait kepentingan nasional, keamanan laut, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik," kata Salim, dikutip dari keterangan Pusjianmar, Rabu (14/10).
Diskusi penting ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Seskoal serta melibatkan langsung para perwira siswa pendidikan reguler Seskoal angkatan ke-66.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































