TNI AL dan Malaysia Rancang Patroli Bersama Selat Malaka untuk 2027

Jakarta, IDM – TNI AL bersama Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) menyusun jadwal dan skema operasi patroli terkoordinasi Malindo untuk tahun 2027. Rencana pengamanan bersama ini dibahas dalam rapat tim perancang operasi laut Malindo ke-49 di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (21/8).
Pertemuan bilateral ini dipimpin Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Waasops KSAL) Laksma TNI Mochammad Riza bersama Wakil Panglima Armada Barat TLDM Laksma Ahmad Sapuan Fathi bin Haji Muhammad.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menyampaikan, forum perancang operasi laut ini menjadi sarana memadukan langkah pengamanan maritim kedua negara di kawasan perbatasan.
Baca Juga: TNI Kerahkan Satgas Khusus Penanggulangan Karhutla, Libatkan Prajurit Tiga Matra
"Melalui rapat TPOL ke-49 ini, TNI AL dan TLDM memperkuat koordinasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan Patkor Malindo dalam rangka menjaga keamanan wilayah perbatasan laut kedua negara, khususnya di Selat Malaka," kata Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (24/8).
Selain merancang agenda tahun depan, kedua angkatan laut mengevaluasi pelaksanaan patroli terkoordinasi Malindo seri 171/26 dan 172/26 yang berlangsung pada Februari hingga Juni 2026. Evaluasi mencakup penyelarasan komunikasi antarkapal perang dan respons penanganan tindak kriminalitas di laut perbatasan.
Rencana patroli 2027 tersebut merupakan hasil kesepakatan pertemuan bilateral (Navy to Navy Talks) antara TNI AL dan TLDM di Jakarta, pada 7 Januari 2026.
Baca Juga: Kemhan: Menhan Sjafrie Beri Arahan agar Seragam Kadet Unhan Bisa Akomodasi Penggunaan Hijab
Sepanjang semester pertama 2026, kedua pihak membagi sasaran penindakan di perairan Selat Malaka. Pada seri 171/26 periode Februari hingga April, operasi difokuskan pada pencegahan penyelundupan narkotika, penyekatan jalur pekerja migran ilegal, serta pencurian ikan dengan mengerahkan kapal patroli cepat KRI Lepu-861, KRI Torani-860, dan pesawat intai maritim CN-235-220 MPA bersama armada TLDM KD Laksamana Tan Pusmah dan KD Mahamiru.
Sementara pada seri 172/26 periode Mei hingga Juni, patroli dipusatkan pada pencegahan perompakan bersenjata terhadap kapal niaga serta keselamatan navigasi di alur sempit perbatasan. Pada operasi ini, TNI AL mengerahkan kapal cepat rudal KRI Halasan-630, KRI Siliman-848, serta pesawat Cassa NC-212 yang menyisir perairan bersama kapal perang TLDM KD Gempita dan KD Jerai.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































