TNI AL dan Jerman Sepakati Kerja Sama Operasi, Pendidikan, dan Kesehatan

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Jerman untuk pertama kalinya menggelar navy to navy talks di Rostock, Jerman, Selasa (27/8). Pertemuan bilateral antar-angkatan laut itu menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan dan Direktur Perencanaan dan Kebijakan Angkatan Laut Jerman Laksamana Muda Dirk Gartner, saling menyampaikan pandangan pada level regional maupun global.
Baca Juga: Perkuat Misi Bantuan Kemanusiaan Gaza, Satu Super Hercules Diberangkatkan Gabung Satgas
Adapun kedua pihak juga membicarakan sejumlah kesepakatan strategis yang mencakup kerja sama di bidang operasi, program pertukaran personel untuk pendidikan dan pelatihan, serta berbagi pengalaman dan mengadakan seminar khusus di bidang kesehatan.
“Diplomasi antar-angkatan laut harus menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Yayan, dikutip dari laman TNI AL, Rabu (27/8).
Baca Juga: KSAL Pimpin Sertijab Pangkolinlamil hingga Danpuspomal, 7 Perwira TNI AL Naik Pangkat
Ia menambahkan, sejumlah kesepakatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam membangun saling percaya (confidence building measure) serta meningkatkan kapasitas dan kemampuan (capacity and capability building) personel TNI AL.
"Kekuatan militer tidak bertujuan menciptakan peperangan, justru turut berkontribusi menciptakan perdamaian dan keamanan di tingkat regional dan global,” tuturnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































