TNI AL dan India Bahas Rencana Pengadaan Coastal Defence BrahMos

Jakarta, IDM – TNI AL dan India membahas rencana pengadaan sistem pertahanan pantai (coastal defence) dari BrahMos Aerospace Private Limited di Jakarta, Kamis (22/8).
Pada kesempatan tersebut, TNI AL diwakili oleh Perwira Pembantu (Paban) III Staf Logistik Angkatan Laut (Slogal) Kolonel Laut (E) Heriyanto dan Asisten Logistik Komandan Korps Marinir (Aslog Dankormar) Kolonel (Mar) Akhiyar Meideri.
Heriyanto mengungkapkan, kegiatan pemaparan bersama BrahMos Aerospace ini merupakan tindak lanjut rencana yang sudah ditentukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) terkair pengadaan coastal defence untuk memperkuat kemampuan TNI AL.
"TNI AL bekerja sama dengan pihak luar negeri untuk pengadaan coastal defence," ungkap Heriyanto, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (23/8).
Baca Juga: Pusrehab Kembalikan Kemampuan Tempur 20 Prajurit TNI Penyandang Disabilitas
Sementara pemaparan dari pihak India disampaikan oleh Kepala Manajer Umum Angkatan Laut dari BrahMos Aerospace Sanjay Kumar Jiha mengenai produk coastal defence, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab dengan TNI AL.
"Diskusi ini diharapkan menambah referensi rencana pengadaan coastal defence dalam memilih produk-produk yang akan diaplikasikan di TNI AL nantinya," ujar Heriyanto.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, sempat mengungkapkan pihaknya memasukkan coastal defence sebagai daftar belanja prioritas alutsista dalam rencana strategis (Renstra) 2024-2029.
"Untuk coastal defence itu masuk dalam Pinjaman Luar Negeri (PLN). Sebenarnya kita masukan ke renstra (2020-2024) lalu, tapi (jadinya) kita ajukan untuk di renstra berikutnya," kata Ali di Pondok Dayung, Jakarta, Selasa (5/12) lalu.
Baca Juga: Tutup TMMD ke-121 di Riau, KSAD: Hasilnya Sesuai Kebutuhan Masyarakat Setempat
Nantinya, coastal defence yang bakal diakuisisi oleh TNI AL adalah yang mampu menghalau kekuatan laut lawan, seperti pada operasi amfibi. Jadi, manuver musuh akan tertahan langsung di laut, tanpa harus terlebih dahulu masuk ke daratan.
"Jadi seperti operasi anti amfibi, apabila unsur-unsur asing yang ingin menyerang ke wilayah kita, bisa dihadang di perairan, tidak sampai masuk ke darat," jelas Ali.

Ia mengaku, rencana penguatan pertahanan pantai tersebut sudah disiapkan dan terdapat petunjuk operasi gabungan yang telah disusun di Mabes TNI. Coastal defence itu bakal disiapkan di pangkalan-pangkalan TNI AL yang mampu menahan serangan amfibi lawan.
"(Jenis yang akan diakuisisi) coastal defence-nya tentu saja utamanya rudal-rudal antikapal, termasuk juga nanti drone antikapal," ujar Ali.
Baca Juga: Kunker ke Malaysia, KSAU Bertemu Pimpinan RMAF dan Kunjungi No.8 Squadron AFB
Kemudian, pada Februari 2023 lalu Ali juga pernah mengungkapkan TNI AL sudah memulai realisasi perubahan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) menjadi Komando Daerah Maritim (Kodamar).
Salah satu syaratnya adalah memenuhi kemampuan rebase, replenishment, repair, rest, dan recreation atau biasa disebut 5R. "Jadi, dia mampu mendukung alutsista-alutsista yang beroperasi di wilayahnya," kata Ali saat itu.
Karena berada di kemaritiman, Kodamar nantinya harus memiliki kemampuan dalam mempertahankan pangkalan atau pertahanan pantai apabila ada ancaman yang berusaha untuk menguasai pantai.
Karena itu, kodamar juga harus sudah memiliki Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan atau (Yonmarhanlan). "Nanti Yonmarhanlan juga kami kembangkan jadi satuan pengamanan pangkalan," bebernya.
Untuk memperkuat pertahanan pantai di Kodamar, lanjut Ali, TNI AL akan menyiapkan coastal defence. "Rudal-rudal pantai. Itu kan fungsi kodamar," tambahnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































