TNI AL dan Angkatan Laut Filipina Perkuat Kerja Sama Keamanan Maritim

Jakarta, IDM - Delegasi TNI AL dan Angkatan Laut Filipina membahas penguatan kerja sama keamanan maritim, pada pertemuan Navy to Navy Cooperation Meeting ke-13 di Manila, Filipina.
Navy to Navy Cooperation Meeting yang diselenggarakan dari 7-9 Desember ini dipimpin oleh Wakil Asisten Operasi KSAL Laksamana Pertama TNI Retiono Kunto dan Chief of Naval Staff Comodore Jose Ma Ambrosio.

Retiono menyampaikan, sebagai sesama negara kepulauan, kedua angkatan laut memiliki kesamaan dalam mengamankan wilayah perairan. Terlebih, Indonesia dan Filipina adalah negara tetangga yang saling berbagi lautan.
"Diperlukan kerja sama yang kuat dengan asas saling percaya untuk menciptakan keamanan maritim di wilayah masing-masing, maupun kawasan," jelasnya dikutip dari keterangan Dispenal, Sabtu (10/12).

Selain itu, pada pertemuan Navy to Navy Cooperation Meeting juga membahas kerja sama bilateral antara angkatan laut kedua negara yang meliputi latihan, pendidikan, kunjungan pejabat, serta kegiatan lainnya.
Sebelumnya, Navy to Navy Cooperation Meeting terlaksana sejak 2009. Kegiatan ini merupakan bukti konkret akan komitmen kedua angkatan laut untuk saling menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan yang semakin kompleks dan menantang. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































