HANKAM

TNI AL dan Angkatan Laut Australia akan Perkuat Patroli Laut Perbatasan

Asops KSAL dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Australia.
Asops KSAL Laksamana Muda Yayan Sofiyan dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Australia Laksamana Muda Matthew Buckley, Jakarta, Selasa (24/6). (Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Australia (RAN) menyepakati sejumlah poin strategis untuk peningkatan kerja sama bilateral antar-kedua negara, khususnya untuk keamanan maritim.

Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan antara Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Australia Laksamana Muda Matthew Buckley, Jakarta, Selasa (24/6).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, mengungkapkan kedua delegasi memaparkan pandangan strategis yang bersifat regional maupun global.

Baca Juga: Unhan RI Luncurkan Satelit Pertamanya RIDU-SAT 1 di California

"Kedua delegasi turut membahas dinamika dan ancaman pada masa yang akan datang," ungkap Tunggul dalam keterangannya, dikutip Rabu (25/6).

Adapun sejumlah poin kesepakatan yang dihasilkan oleh TNI AL dan Angkatan Laut Australia dalam pertemuan tersebut, di antaranya penguatan operasi di perairan perbatasan kedua negara.

"Kesepakatan penguatan operasi di perbatasan kedua negara melalui patroli terkoordinasi (coordinated patrol)," lanjutnya.

Kesepakatan lainnya adalah latihan bersama TNI AL dan Angkatan Laut Australia, pertukaran personel untuk pendidikan dan latihan, serta kegiatan berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui subject matters expert sxchange (SMEE).

Baca Juga: Gelar Latihan Weapon Delivery dan Gunnering, Lanud Atang Sendjaja Tingkatkan Kesiapan Tempur Kru Udara

"Kegiatan tersebut akan memberikan dampak positif dalam peningkatan confidence building measure maupun kapasitas dan kapabilitas personel TNI AL," ujar Tunggul.

Sebelumnya, Buckley telah bertemu KSAL Laksamana Muhammad Ali di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Jakarta, Senin (23/6). Keduanya membahas berbagai hal yang dapat mendukung stabilitas kawasan, khususnya bidang kemaritiman dan pertahanan laut.

Sejumlah poin penting kerja sama yang dibahas pada pertemuan Ali dan Buckley, di antaranya di bidang operasi dan latihan, pendidikan, alutsista, pertemuan dan kunjungan antarnegara serta sejumlah program kerja sama lainnya antara kedua negara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.