TNI AL Ciptakan Drone Dua Media

Jakarta, IDM - TNI AL melalui Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) berhasil menciptakan Drone Dua Media yang bisa terbang di udara dan dapat menyelam di air.
Drone tersebut dipamerkan pada acara Wisuda Lulusan STTAL bertempat di Gedung Graha Samudera Bumimoro, Surabaya, Kamis (13/1).
Dalam keterangan tertulis yang diterima IDM, menyebutkan, selain Drone Dua Media, juga dipamerkan produk teknologi penelitian dosen dan mahasiswa STTAL lainnya, yaitu hybrid drone dengan solar cell untuk pengintaian, riddingbouy dengan sistem kendali untuk operasi penyelamatan korban jatuh di laut, rancang bangun cone explosive sebagai senjata tempur dasar laut dengan sistem firing device berbasis mikrokontroler arduino dan lora, alat ukur pasang surut sensor pressure dengan modul pengiriman data nirkabel jarak jauh, dan lain-lain.

Prototipe produk-produk penelitian tersebut nantinya akan disinergikan dengan satuan terkait selaku user dan ditindaklanjuti oleh Dislitbangal dalam rangka pengembangan lebih lanjut dan produksi massal guna mendukung perkuatan dan kemandirian alutsista TNI AL.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat mewisuda para Lulusan STTAL menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan studinya di STTAL secara tepat waktu.
Keberhasilan tersebut perlu diapresiasi dan disyukuri sebagai bentuk prestasi yang telah dapat dicapai setelah melalui suatu perjuangan yang cukup lama, dan membutuhkan kegigihan, ketekunan, keuletan, kecerdasan, kesamaptaan yang prima, dan kepribadian yang baik.

Pada kesempatan tersebut, Yudo mengingatkan bangsa Indonesia telah memiliki cita-cita yang besar di bidang kemaritiman yaitu pada 2045 dapat mewujudkan “Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Maritim Terbesar di Dunia”.
“Cita-cita besar tersebut hanya dapat dicapai melalui penguasaan, pemanfaatan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tepat sehingga Indonesia dapat menjadi kuat dan makmur berbasis kemaritiman,” kata Yudo dalam keterangan tertulis Dispen TNI AL, dikutip Kamis (13/1).
Lulusan STTAL 2022 ini berjumlah 113 personel, 20 Perwira menempuh program Magister S2 Analisis Sistem dan Riset Operasi (ASRO) Angkatan VII, 56 Perwira menempuh program Sarjana S1 Angkatan XL dan 37 Bintara menempuh program Diploma 3 Angkatan XIV.
Sementara itu, dinyatakan sebagai mahasiswa berprestasi dan menerima penghargaan Vidya Adiguna, yaitu Letkol Laut (T) Andry Koeswoyo, dari Prodi S2 ASRO (IPK 3,69), Kapten Laut (E) Estu Setia Widodo dari Prodi Teknik Elektro (IPK 3,65), dan Sertu Sba Widhi Nugroho dari Prodi Hidro Oseanografi (IPK 3,69). (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































