TNI AL Cari Taruna hingga Tamtama dari Papua Selatan

Jakarta, IDM – TNI AL tengah gencar berburu putra-putri terbaik dari ujung timur Indonesia. Kali ini, korps matra laut tersebut menjaring anak-anak muda di Papua Selatan untuk dididik menjadi pengawal samudra nusantara.
Melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XI menggelar kampanye penerimaan prajurit (werving) secara langsung. Petugas mendatangi para pelajar di SMAN 2 Merauke pada Senin (22/6) kemarin.
Asisten Personel (Aspers) Komandan Kodaeral XI Kolonel Laut (P) Eko Budhy Rochmawan memimpin langsung sosialisasi interaktif tersebut. Kehadiran tim rekrutmen ini langsung disambut antusias oleh ratusan siswa-siswi yang bersiap lulus sekolah.
Baca Juga: Ini Empat Pilar Utama Seleksi Taipur, Prajurit Elite TNI AD
Eko menjelaskan, Markas Besar TNI AL (Mabesal) membuka ruang selebar-lebarnya bagi pemuda lokal. Pilihan karier yang ditawarkan pun beragam, mulai dari jalur taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL), bintara, hingga pangkat tamtama
"Kami ingin menggugah semangat juang, disiplin, serta tekad adik-adik di Merauke untuk meraih cita-cita lewat jalur pengabdian di TNI Angkatan Laut," ujar Eko, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral XI, Selasa (23/6).
Selain memberikan pembekalan, pihak Kodaeral XI juga memutar video profil resmi TNI AL. Video ini mengenalkan tugas-tugas operasional maritim, kehidupan keprajuritan, ragam korps satuan, hingga peluang beasiswa pendidikan ke luar negeri.
Langkah jemput bola ini sengaja menyasar Merauke karena posisi geografis Papua Selatan sangat strategis dalam sistem pertahanan maritim nasional. Keterlibatan aktif putra daerah menjadi prioritas utama TNI AL demi membangun kekuatan pangkalan yang profesional dan dekat dengan masyarakat setempat.
Di akhir sesi, panitia rekrutmen mengingatkan para calon pendaftar agar waspada terhadap praktik percaloan. Syarat kelulusan menjadi prajurit murni berdasarkan kemampuan dasar masing-masing calon.
"Seluruh proses penerimaan prajurit dilaksanakan secara transparan, objektif, akuntabel, serta tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun," tegas Eko.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































