HANKAM

TNI AL Bongkar Modus Pengiriman Sembako Ilegal di Natuna

Tim gabungan TNI AL dan Balai Karantina Natuna
Tim gabungan TNI AL dan Balai Karantina Natuna menggagalkan penyelundupan tiga truk muatan sembako tanpa dokumen resmi di Pelabuhan Penagi, Rabu (26/8). Seluruh barang bukti pangan ilegal kini diamankan di Kantor Satpel Karantina Natuna. (Foto: Dok. Lanal Ranai)

Jakarta, IDM – Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ranai menggagalkan penyelundupan bahan pokok tanpa dokumen karantina di Pelabuhan Penagi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (26/8). Pelaku menyusupkan muatan ilegal tersebut ke dalam tiga unit truk menggunakan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 01 rute Tanjung Uban–Natuna.

Pengungkapan berawal saat tim reaksi cepat Lanal Ranai menerima informasi intelijen mengenai keberadaan muatan mencurigakan di kapal feri tersebut. Setelah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Natuna, tim gabungan langsung memeriksa lima unit truk yang turun di dermaga.

Baca Juga: TNI AD Pangkas Pemborosan Fasilitas Perwakilan

Petugas mendapati tiga truk membawa aneka hasil bumi dan bahan pangan tanpa sertifikat manifes muatan serta surat karantina dari daerah asal, melanggar ketentuan Peraturan Menteri Pertanian tentang lalu lintas umbi lapis.

Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Yusup Yanto menegaskan, jajarannya menindak tegas setiap pelanggaran hukum di jalur laut perbatasan.

"Sinergi antarlembaga diperlukan untuk mencegah dan menindak masuknya barang-barang ilegal yang berpotensi merugikan negara maupun masyarakat. TNI AL tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kegiatan yang melanggar hukum," tegas Yusup, dikutip dari keterangan Pen Lanal Ranai, Kamis (27/8).

Yusup mengingatkan para pelaku usaha agar mematuhi aturan demi mencegah masuknya hama dan penyakit tumbuhan ke wilayah kepulauan.

"Kita harap ini menjadi pelajaran bagi berbagai pihak agar tidak lagi melakukan kegiatan yang melanggar hukum," tambah Yusup.

Baca Juga: Rumah Sakit Terapung TNI AD Tiba di NTT, Siap Bantu Korban Gempa

Kepala Satuan Pelayanan BKHIT Natuna Iwan Setiawan menyatakan seluruh muatan disita berdasarkan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Komoditas yang ditahan mencakup 8 karung besar bawang merah, 186 karung bawang putih, 31 karung cabai kering, 50 kardus wortel, 29 boks produk olahan daging, serta sejumlah kotak buah apel, pir, anggur, dan ikan bilis kering.

Lanal Ranai merekomendasikan pengetatan patroli rutin di Pelabuhan Penagi serta peningkatan sosialisasi dokumen perizinan kepada para distributor pangan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.