HANKAM

TNI AL Beberkan Lima Upaya Hadapi Tantangan Keamanan Maritim Cina–Asean

Kapusjianmar Seskoal mengikuti Dialog Cina–Asean
Kapusjianmar Seskoal Laksamana Pertama Salim mengikuti dialog Cina–Asean di Universitas Nanjing, selama 20-22 Juni. (Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – TNI AL membeberkan lima upaya menghadapi tantangan keamanan maritim antara Cina–Asean dalam dialog di Universitas Nanjing, Jiangsu, yang berlangsung pada 20-22 Juni.

Pada dialog yang diikuti 150 kelompok think tank Cina–Asean, perwakilan Indonesia dihadiri oleh Kepala Pusat Kajian Maritim (Kapusjianmar) Sekoal Laksamana Pertama Salim dan Direktur Strategi Komunikasi dan Research Gentala Institute Christine Susana Tjhin dan Researcher CSIS M Habib Abiyan Dzakwan.

Baca Juga: TNI Kerja Sama Dengan Kerajaan Arab Saudi Dalami Ancaman Bom Pesawat Saudi Airlines

"Keterlibatan TNI AL di perhelatan dialog antara Cina–Asean ini merupakan komitmen dalam meningkatkan kerja sama dengan negara sahabat untuk menjaga keamanan maritim," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, dalam keterangannya, dikutip Senin (23/6).

Dalam dialog tersebut juga dijelaskan, berdasarkan analisis 'Geopolitic Great Power Rivalry' kerja sama keamanan maritim antara Cina dan Asean serta sistem manajemen krisis sangat diperlukan, terlebih menghadapi intensitas konflik semakin meningkat.

"Menanggapi hal tersebut, Laksma Salim menyampaikan kebijakan dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, yaitu tidak keluar dari kebijakan luar negeri RI," ujar Tunggul.

Baca Juga: Cara Jihandak TNI AD Sterilisasi Ancaman Bom di Pesawat Saudi Arabian Airlines

Maka dari itu, dalam dialog itu TNI AL memaparkan lima upaya untuk menjawab tantangan kerja sama Cina–Asean, misalnya dengan cara meningkatkan hubungan diplomatik seluruh saluran komunikasi antara Cina dan Asean.

"Kemudian, melalui perjanjian perdagangan, kerja sama ekonomi, diversifikasi pasar, dan pengembangan sumber daya manusia," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.