HANKAM

TNI AL Beberkan Alasan KRI Prabu Siliwangi Bermarkas di Koarmada II

KRI Prabu Siliwangi
KRI Prabu Siliwangi-321 tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3). Sebelumnya, kapal kedua kelas Brawijaya ini menempuh pelayaran 44 hari melewati rute Benua Afrika. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – KRI Prabu Siliwangi-321 resmi memperkuat jajaran TNI AL usai menempuh pelayaran lintas samudra selama 44 hari dari Italia. Kapal perang kelas PPA (Pattugliatore Polivalente d'Altura) ini dipastikan bakal bermarkas di Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan alasan di balik pemilihan Surabaya sebagai rumah bagi kapal kedua kelas Brawijaya ini. Menurutnya, kelengkapan fasilitas pangkalan menjadi pertimbangan utama.

"Kenapa di Koarmada II? Karena Koarmada II memiliki fasilitas dukungan pangkalan yang cukup lengkap. Kapal ini baru, maka harus ditaruh di tempat yang fasilitas dermaganya lengkap," ujar Ali usai upacara penyambutan di ermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3).

Baca Juga: 8 Perwira TNI AD Terima Jabatan Baru, Ada Dandim Tolikara hingga Pangdam Cenderawasih

Ali menambahkan, kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 sekaligus memicu rotasi alutsista. Sejumlah kapal lama dari Koarmada II akan digeser untuk memperkuat jajaran di Koarmada I dan Koarmada III.

Tonggak Modernisasi Sejak di Italia

Sebelum tiba di Jakarta, KRI Prabu Siliwangi-321 telah melalui prosesi resmi serah terima (delivery) dan pengukuhan komandan di galangan kapal Muggiano, Italia, pada 22 Desember 2025 lalu. Langkah ini menjadi tonggak penting modernisasi alutsista matra laut untuk meningkatkan kesiapan operasional menjaga kedaulatan NKRI.

Kapal yang kini dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja ini memiliki dimensi raksasa dengan panjang 143 meter dan lebar 16,5 meter. Dengan dukungan 162 prajurit pengawak, kapal ini dirancang untuk misi multidimensi, mulai dari peperangan permukaan, bawah laut, serangan udara, hingga misi kemanusiaan.

Baca Juga: Tongkat Komando Cenderawasih Berganti, Mayjen Febriel Buyung Sikumbang Perkuat Stabilitas Papua

Kembalinya Era Meriam Raksasa 127mm

Kehadiran kapal ini sekaligus menandai kembalinya era senjata berat di TNI AL. KRI Prabu Siliwangi-321 mengusung meriam utama OTO Melara 127mm, yang menjadikannya kapal perang pertama TNI AL dalam beberapa dekade terakhir yang mengoperasikan large caliber gun (kaliber di atas 120mm).

Bahkan, sebelum bertolak ke Indonesia pada Januari 2026, kapal ini telah sukses melaksanakan uji penembakan perdana (structural firing) meriam 127mm. Selain meriam raksasa, monster laut ini juga dilengkapi meriam 76mm Strales, peluncur rudal vertikal (VLS), serta torpedo anti-kapal selam.

Baca Juga: TNI AD Luncurkan Program Jembatan dan Gentengisasi

Tiba Lebih Cepat dari Prediksi

Kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 terhitung lebih cepat dari perkiraan awal. Pada Februari lalu, Ali sempat memproyeksikan kapal ini baru akan tiba pada April.

Nyatanya, kapal yang berangkat dari La Spezia sejak 11 Februari 2026 ini sukses menuntaskan perjalanan lebih awal meski menempuh rute jauh mengelilingi Benua Afrika untuk menghindari kerawanan di Laut Merah. Sebelum sandar di Jakarta, kapal ini sempat melakukan bekal ulang logistik di dermaga Panjang, Lampung, pada Senin (23/3). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.