TNI AL Bangun 2 Kapal Rumah Sakit Untuk Penanganan Covid-19

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan dua kapal rumah sakit tersebut saat ini dalam proses pembangunan di PT PAL, Surabaya.
Yudo menyatakan kapal tersebut nantinya bisa langsung digunakan sebagai rumah sakit isolasi terpadu. "Dua Kapal rumah sakit ini akan lebih canggih dibandingkan 2 Kapal Rumah Sakit yang ada saat ini,” ujar KSAL saat meninjau kegiatan vaksinasi massal di Mangga Dua Square yang digelar TNI AL pada Rabu (22/09/21).
Terkait dengan kegiatan vaksinasi, Yudo menegaskan TNI AL akan terus melakukan kegiatan hingga tercapai 700 persen.
"Di Jakarta sendiri sebenarnya sudah mencapai 100 persen namun di kabupaten-kabupaten pendukung di sekitar Jakarta belum, termasuk para pekerja di Jakarta yang datang dari luar Jakarta sehingga akan tetap dilaksanakan hingga betul-betul mencapai 70 persen”, tegas KSAL.
TNI AL, kata dia, akan terus bekerja sama dengan pusat kesehatan masyarakat, dinas kesehatan hingga Polri untuk melakukan vaksinasi ke daerah. “Kita galakkan terus ke daerah-daerah yang belum mencapai 50 persen sampai ada kebijakan pemerintah untuk menghentikan kegiatan vaksinasi," ungkap KSAL. (wan/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































