TNI AL Bakal Tembakkan Rudal Exocet hingga C-705 di Latihan Operasi Laut Gabungan 2026

Jakarta, IDM – TNI AL kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga kedaulatan perairan Nusantara. Melalui latihan operasi laut gabungan (Latopslagab) 2026, matra laut bakal menguji keandalan sejumlah senjata strategis.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya Denih Hendrata, membuka secara resmi agenda besar ini di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/4). Rangkaian latihan berlangsung selama dua pekan, terhitung sejak 14–25 April.
Latihan ini mengombinasikan metode gladi posko (latihan simulasi taktis tanpa pasukan) serta gladi lapangan (latihan fisik menggunakan alutsista nyata). Berbagai unsur kekuatan laut dikerahkan untuk memastikan kesiapan tempur berada pada level tertinggi.
Baca Juga: TNI AD Blusukan ke Sekolah, Cari Calon Prajurit yang Mahir Siber
Fokus utama Latopslagab kali ini adalah penembakan peluru kendali (rudal) anti-kapal dan sistem pertahanan udara. Sejumlah senjata yang akan unjuk gigi antara lain, Exocet MM40 Block III, yakni rudal andalan kapal kombatan untuk menghancurkan target di permukaan laut, C-705 rudal jarak menengah yang memiliki daya hancur tinggi terhadap kapal musuh.
Kemudian, penembakan VL Mica dan Mistral Manpad, yaitu sistem pertahanan udara untuk menangkal ancaman dari pesawat atau proyektil lawan. Selain itu, para awak kapal juga akan bersaing dalam kompetisi artileri untuk mempertajam akurasi tembakan meriam kapal.

Dalam sambutannya, Denih menegaskan bahwa latihan ini merupakan tolak ukur profesionalisme prajurit. Ia menyebut Latopslagab adalah momen krusial untuk mengintegrasikan seluruh elemen kekuatan laut.
"Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi kita untuk menguji kesiapan tempur seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista). Kami ingin memastikan interoperabilitas atau kemampuan kerja sama antarsatuan terjalin dengan mulus," ujar Denih dalam arahannya di Surabaya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada RI, Rabu (15/4).
Baca Juga: Lewat PET, Prajurit TNI Tiga Matra Dilatih Bedakan Kritik Konstruktif dan Narasi Subversif
Ia menambahkan, pengujian rutin ini penting agar setiap personel tetap sigap menangkal gangguan keamanan di laut.
"Melalui latihan bertingkat dan berkelanjutan, TNI AL menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga keutuhan wilayah laut serta kedaulatan pertahanan negara," tegasnya.
Latihan yang melibatkan sejumlah kapal perang (KRI), pesawat udara, hingga pasukan khusus ini bertujuan membangun kekuatan maritim yang tangguh. Dengan menguji alutsista secara nyata di lapangan, TNI AL dapat mengevaluasi operasional persenjataan agar selalu siap menghadapi dinamika konflik global yang kian kompleks. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































