TNI AL Bahas Masa Depan Hubungan Maritim Indonesia-Rusia

Jakarta, IDM – Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut (Asintel KSAL) Laksamana Muda Akmal, membahas masa depan hubungan bilateral Indonesia-Rusia sebagai negara maritim dalam acara seminar internasional yang digelar di Jakarta, Selasa (24/9).
Pada kesempatan tersebut, Akmal menjelaskan hubungan antara Indonesia-Rusia telah berkembang secara signifikan, berakar pada kepentingan bersama sejak 1950-an, khususnya dalam kerja sama maritim.
Terlebih, lanjutnya, kedua negara tersebut menempati posisi maritim yang strategis. Indonesia menjadi pemain penting di Asia Tenggara sedangkan Rusia menegaskan pengaruhnya di Artik dan Pasifik.
Baca Juga: Pekan Ini, Jokowi dan Prabowo Akan Disematkan Brevet Kehormatan ‘Hiu Kencana’
"Keamanan maritim merupakan landasan pertahanan nasional dan stabilitas internasional, terutama di jalur laut yang vital (untuk Indonesia) seperti di Selat Malaka," kata Akmal, dikutip dari keterangan Dispenal, di Jakarta, Rabu (25/9).

Melalui seminar ini, Akmal berharap kedua negara dapat menghasilkan rekomendasi sebagai landasan hubungan bilateral antara Indonesia-Rusia yang lebih kuat di masa yang akan datang.
TNI AL pun mengajak semua stakeholders dan pimpinan militer, pembuat kebijakan serta ahli industri untuk mengambil langkah proaktif dalam membangun hubungan maritim lebih kuat antara Indonesia-Rusia.
"Kita dapat bersama-sama memperkuat hubungan pertahanan dan ekonomi kita, memastikan masa depan maritim yang makmur dan aman bagi kedua negara," ujar Akmal.
Baca Juga: TNI AU dan TUDM Gelar Latma Elang Malindo XXIX/24, Tingkatkan Kesiapan Operasional
Adapun kerja sama maritim Indonesia-Rusia yang selama ini sudah terjalin, di antaranya rangkaian latihan angkatan laut gabungan seperti The ASEAN-Russia Naval Exercise (ARNEX) 2021 untuk saling meningkatkan interoperabilitas.
Selain itu, latihan bersama Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 lalu yang digelar TNI AL juga menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap keamanan dan bantuan kemanusiaan.
"Kami sangat mengharapkan inisiasi Rusia untuk kembali terlibat dalam MNEK 2025 mendatang sebagai kelanjutan kolaborasi dan kerja sama kita," ucap Akmal. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































