TNI AL akan Gelar Aksi Antiteror dan Penembakan Senjata Strategis di Sailing Pass HUT TNI

Jakarta, IDM – TNI AL akan menampilkan rangkaian atraksi tempur pada gelaran parade laut (sailing pass) di perayaan HUT ke-80 TNI, di Teluk Jakarta, pada 2 Oktober.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menyampaikan, aksi penanggulangan teror akan dilaksanakan oleh tiga pasukan khusus dari TNI AL.
“Aksi penanggulangan teror akan dilakukan oleh pasukan elite TNI AL, yaitu Detasemen Jalamangkara (Denjaka); Komando Pasukan Katak (Kopaska); dan Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam)” kata Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine, di Jakarta, Sabtu (27/9).
Baca Juga: Kapuspen: TNI Siap Turun Tangan Jika Diberi Mandat Resmi untuk Misi Perdamaian PBB
Tak hanya itu, aksi penanggulangan teror juga disertai penembakan senjata strategis yang akan menjadi salah satu bagian atraktif dalam saling pass, sejalan dengan penggelaran alutsista TNI AL yang terintegrasi.
Lebih dari 50 kapal perang Republik Indonesia (KRI) akan terlibat dalam sailing pass, termasuk KRI Brawijaya-320, yang untuk pertama kalinya akan tampil dalam parade laut tersebut. Unsur lain yang dikerahkan meliputi kapal kombatan berbagai tipe dan kapal pendukung yang membawa sistem senjata strategis.
“Seluruh atraksi akan menjadi bagian dari agenda yang disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam presidential inspection, dua hari jelang puncak HUT ke-80 TNI pada 5 Oktober,” ungkap Tunggul.
Baca Juga: HUT ke 80: TNI AL Siapkan 8 Brigade hingga Alutsista Strategis di Monas
Selain gelaran di laut, TNI AL juga menyiapkan kekuatan pasukan dalam formasi darat. Pada puncak perayaan di Monas, TNI AL mengerahkan delapan satuan setingkat brigade dan empat satuan setingkat batalyon.
Pasukan tersebut merupakan gabungan dari Komando Armada (Koarmada), Korps Marinir, serta personel dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan lembaga pendidikan TNI AL, termasuk Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































