TNI Akan Kirim Pasukan ke Prancis, Ikuti Parade Defile Hari Nasional

Jakarta, IDM – TNI akan mengirimkan pasukan defile untuk memperingati Hari Nasional Prancis. Hal ini dipastikan saat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, meninjau langsung latihan parade defile gabungan tersebut di Skuadron 45 Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (20/6).
Baca Juga: TNI AL Minta Adanya Zona Penyangga di Kawasan Militer Dabo Singkep
Dilansir dari keterangan Puspen TNI, Sabtu (21/6) Agus memastikan memberikan perhatian khusus untuk kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa parade defile yang dilakukan TNI telah dikaji, dan akan lebih rapi dengan interval yang baru:
Pada kesempatan tersebut, kedua pimpinan berkomunikasi dengan para pasukan, dan mengecek perlengkapan serta kesiapan pakaian yang akan digunakan.
Baca Juga: KSAU Soroti Peran Penting Koopsudnas: Tulang Punggung Kekuatan Udara
Pasukan rencananya akan diberangkatkan pada tanggal 7 Juli mendatang. Pasukan defile ini terdiri Drumband Canka Lokananta gabungan Taruna dari Akademi Militer Angkatan Darat (Akmil); Akademi Angkatan Laut (AAL); Akademi Angkatan Udara (AAU); dan Akademi Kepolisian (Akpol) serta pasukan defile dari Matra Darat, Laut dan Udara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































