TNI Akan Gelar Latma Woomera Keris 2024 dengan Australia

Jakarta, IDM – TNI akan menggelar latihan bersama (Latma) Woomera Keris 2024 dengan Australia bulan November 2024 mendatang.
Hal ini diketahui usai 15 personel Delegasi TNI yang dipimpin Kolonel Arm Edwin Habel melaksanakan Mid Planning Conference (MPC) dengan pihak Australian Defence Force (ADF) di HMAS Kuttabul, Sydney, Australia, Selasa (23/7/2024).
Baca Juga: Persiapan Latma Non-ASEAN, TNI dan Uni Emirat Arab Orientasi Medan di Sukabumi
Dilansir dari Puspen TNI, Rabu, (24/7) kegiatan ini merupakan diplomasi militer guna meningkatkan kerjasama kedua belahan negara dan memiliki makna penting untuk menjaga kawasan Indo Pasifik.
"Latihan ini nantinya juga bertujuan militer kedua negara siap menghadapi tantangan ke depan baik dari bidang bantuan kemanusiaan hingga operasi tempur," tulis keterangan Puspen TNI.
Baca Juga: TNI Kerahkan Personil Padamkan Kebakaran Lahan 15 Hektare di Ogan Ilir
Pertemuan berlangsung dari tanggal 23 - 26 Juli 2024 ini akan membahas berbagai latihan mulai dari Matra Darat, Laut, Udara dan komunikasi strategis serta integrasi militer TNI-ADF, yang kemudian hasilnya akan dibawa ke Konferensi perencanaan akhir di Jakarta. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































