TNI akan Bentuk Satuan Antariksa di Bawah Kohanudnas

Jakarta, IDM – TNI berencana membentuk satuan baru, Satuan Antariksa, yang akan berada di bawah Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas).
Rencana itu diungkapkan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) pada Kamis (30/10) lalu. Rapat koordinasi itu membahas pembangunan kekuatan TNI tahun 2025–2029.
Dalam rapat itu dijelaskan pengembangan Satuan Antariksa di bawah Kohanudnas untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional.
Baca Juga: Tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, TNI AU Sambut Kehadiran Kekuatan Angkut Baru Pesawat A400M
“Hal tersebut masih dalam tahap perencanaan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kebijakan pertahanan nasional,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah dalam keterangan tertulis, Senin (3/11).
Kapuspen TNI menambahkan, seluruh kekuatan TNI tersebut akan tetap berada dalam sistem komando dan kendali Markas Besar TNI sebagai organisasi induk yang mengkoordinasikan ketiga matra secara terpadu.
Freddy mengatakan bahwa pembentukan satuan-satuan baru, termasuk Satuan Antariksa, akan berdampak positif terhadap efektivitas tugas-tugas Mabes TNI, khususnya di bidang operasi dan kesiapsiagaan.
Baca Juga: Pimpin Sertijab Kapok Sahli, Pangdam XVII/Cenderawasih Tegaskan Amanah dan Regenerasi Kepemimpinan
“Peningkatan jumlah dan kemampuan satuan akan memperkuat daya tangkal serta memperluas kemampuan proyeksi kekuatan TNI di seluruh wilayah yurisdiksi NKRI,” ujar Freddy.
Ia menyebutkan, rencana tersebut mencerminkan komitmen negara dan TNI untuk terus bertransformasi menuju kekuatan yang modern, adaptif, dan mampu menjawab tantangan masa depan.
“Termasuk di domain baru seperti siber dan antariksa, dalam rangka menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia,” ucap Freddy.
Baca Juga: 6 Pati TNI AD Terima Wejangan Khusus dari Jenderal Maruli, Ini Isinya
Selain Satuan Antariksa, TNI lewat juga menargetkan pembentukan 33 Satuan Radar (Satrad) untuk TNI AU hingga 2029.
TNI AD memfokuskan penguatan pertahanan darat di wilayah perbatasan seperti Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur, serta menargetkan pembentukan 750 Batalion Teritorial Pembangunan hingga tahun 2029.
Sementara itu, TNI AL berencana membentuk lima Komando Armada (Koarmada) dan lima belas Komando Daerah Maritim (Kodaeral). (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































