HANKAM

TNI AD Turunkan Personel Redam Aksi Penyerangan Mapolres Sumba Barat

Mapolres Sumba Barat
Pengamanan aksi penyerangan dan perusakan Mapolres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (15/9). (Foto: Dok. Kodam IX/Udayana)

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi menurunkan personel guna membantu mengamankan dan meredakan aksi penyerangan dan perusakan Mapolres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (15/9).

Aksi penyerangan terjadi menyusul meninggalnya seorang warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, Jowa Tana akibat ditembak kepolisian dalam proses penindakan terhadap dugaan tindak pidana pencurian sapi.

Baca Juga: Sopir Logistik Dibunuh OPM di Jalur Wamena Papua Pegunungan, Kendaraan dan Jasad Dibakar

Dilansir dari keterangan Penkodam IX/Udayana, Rabu (16/9), Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan bantuan tersebut diberikan atas permintaan Kapolres Sumba Barat kepada Dandim 1613/Sumba Barat sebagai bentuk sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Puluhan personel TNI dikerahkan untuk memperkuat pengamanan sekaligus melakukan pendekatan persuasif, terukur, dan humanis kepada masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang. Langkah tersebut dilakukan dengan mengedepankan komunikasi serta mengimbau warga untuk tetap tenang dan menyelesaikan permasalahan melalui mekanisme hukum yang berlaku," kata Amrizal.

Jenazah Dibawa Warga ke Mapolres

Dijelaskan awal mula kejadian setelah jenazah warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, Jowa Tana dibawa warga ke Mapolres Sumba Barat. Aksi ini sebagai bentuk protes. Namun, situasi berkembang menjadi aksi perusakan fasilitas dan ketegangan massa, sehingga diperlukan penguatan pengamanan serta upaya komunikasi untuk menjaga kondisi tetap terkendali.

Baca Juga: 622 Personel TNI-Polri Disiagakan Amankan Kunjungan Presiden di Peresmian LRT Kelapa Gading–Manggarai

Amrizal menyampaikan bahwa keterlibatan Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi merupakan wujud nyata sinergi TNI-Polri dalam membantu menjaga kondusivitas wilayah.

"Hingga saat ini, personel TNI bersama Polri masih melaksanakan pengamanan dan pemantauan di sejumlah titik, sementara pengawalan terhadap jenazah menuju rumah duka juga dilakukan untuk memastikan proses pemulangan berlangsung aman dan tertib," tutup Amrizal.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.