TNI AD Terima Usulan Terkait Brevet dan Kualifikasi Jabatan Danyonarmed

Jakarta, IDM – TNI AD menerima usulan dari Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) terkait penyesuaian kebijakan standarisasi Brevet Armed dan kualifikasi jabatan Komandan Batalyon Artileri Medan (Danyonarmed).
Usulan ini disampaikan langsung Komandan Pussenarmed TNI AD, Mayjen TNI Budi Eko Mulyono saat bertemu Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD), Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Menhan Tinjau Lahan AKT, Pemerintah Tegaskan Komitmen Penertiban Kawasan Hutan dan SDA
Dilansir dari keterangan Penpussenarmed, usulan ini dalam rangka menjawab tantangan perkembangan teknologi persenjataan modern.
"Melalui usulan ini, diharapkan terwujud prajurit Artileri Medan yang cepat, akurat dan dominan serta mampu menjadi unsur pemukul yang handal dalam mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat," tulis Pussenarmed.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono memastikan usulan tersebut sedang dalam pembahasan dan belum ada keputusan.
Untuk diketahui Pussenarmed adalah Badan Pelaksana Pusat yang langsung bertanggungjawab di bawah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Markas Pussenarmed berada di Cimahi, Jawa Barat. Pussenarmed bertugas membina kesenjataan, doktrin, pendidikan, latihan, serta penelitian dan pengembangan (litbang) satuan Artileri Medan sebagai bantuan tempur jarak jauh. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































