HANKAM

TNI AD Terima 75 Senjata Api dan Ribuan Amunisi dari Masyarakat Ternate

Personel TNI
TNI Angkatan Darat melalui Korem 152/Baabullah menerima 75 pucuk senjata api, 1.111 butir munisi, dan satu granat tangan dari masyarakat Ternate, Maluku Utara, Jumat (2/10). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat melalui Korem 152/Baabullah menerima 75 pucuk senjata api, 1.111 butir munisi, dan satu granat tangan dari masyarakat Ternate, Maluku Utara, Jumat (2/10).

Dilansir dari keterangan Dispenad, penyerahan dipimpin langsung Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto didampingi Danrem 152/Baabullah beserta jajaran PJU Kodam XV/Pattimura. Keberhasilan ini menjadi hasil dari upaya prajurit dalam melakukan penggalangan dan membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah tugasnya.

Baca Juga: Prasis Semaba PK TNI AU A-58 Asah Ketangkasan dan Keberanian lewat Latihan Lintas Tebing

"Penyerahan senjata dan amunisi tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di Maluku Utara, dan kita semua adalah saudara, setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan cara damai dan kekeluargaan," ujar Dody.

Dari 75 pucuk senjata yang diserahkan, 15 pucuk merupakan senjata standar dan 60 pucuk lainnya merupakan senjata rakitan. Senjata standar tersebut antara lain FNC, SMR, pistol FN, pistol VOC tahun 1771, revolver, pistol pelontar gas air mata, Hamalex, Ster, Broning, Bruno, dan Winchester.

Personel TNI
(Foto: Dok. Dispenad)

Sementara itu, 60 senjata rakitan terdiri atas 41 pucuk laras panjang dan 19 pucuk pistol rakitan. Selain senjata api, masyarakat juga menyerahkan 1.111 butir munisi kaliber 5,56 mm serta satu buah granat tangan/lontar.

Personel TNI
(Foto: Dok. Dispenad)

Sebagian senjata tersebut merupakan peninggalan konflik 1999–2000, sedangkan sebagian lainnya merupakan senjata organik peninggalan keluarga yang masuk dari Filipina. Benda-benda tersebut kemudian berhasil dihimpun melalui pendekatan dan komunikasi yang dilakukan prajurit secara berkelanjutan.

Baca Juga: TNI Luluskan 15 Peserta Calon Penerbang untuk Ikuti Pendidikan Pertama

Atas keberhasilan tersebut, Pangdam juga memberikan penghargaan kepada 35 personel jajaran Korem 152/Baabullah yang dinilai berhasil melaksanakan penggalangan senjata dari masyarakat.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pengamanan, tetapi juga melalui kemampuan membangun komunikasi dan kepercayaan. Pendekatan yang dilakukan secara persuasif mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk secara sukarela menyerahkan senjata, munisi, dan bahan peledak yang masih tersimpan," tutup Dody.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.