TNI AD Sudah Bangun 2.700 Jembatan dan 3.000 Sumur Bor

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan hingga saat ini program pembangunan jembatan TNI AD secara nasional telah mencapai 2.700 dari 3.417 jembatan yang tengah dikerjakan.
Hal ini dikatakannya saat meninjau jembatan gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Baca Juga: TNI Tambah 81 Penyidik Handal, Siap Jaga Integritas dan Transparansi
"Jadi sudah terbangun sekian dan target hingga akhir 2026 ini mencapai 5.000 jembatan, meliputi jembatan perintis, Bailey, beton, dan Armco," kata Maruli dikutip dari keterangan Dispenad, Rabu (16/9).
Lebih lanjut orang nomor satu di TNI AD ini juga memastikan terus mendukung program penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Dari sekitar 3.000 sumur bor yang telah dibangun dan diresmikan, targetnya akan ditambah sekitar 3.000 titik lagi sehingga secara keseluruhan dapat mencapai sekitar 6.000 sumur bor.
“Sumur Bor kita sudah jadi program Presiden dan juga program TNI Angkatan Darat, mudah-mudahan tahun ini kita bisa selesaikan 5.000 hingga 6.000 lah, karena kemarin sudah 3.000 (sumur bor) dari presiden yang diresmikan, kita tambah sekitar 3.000-an lagi, saya pikir 6.000 bisa, data kami lengkap," kata Maruli.
Untuk diketahui, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Perbaikan/Pembangunan Jembatan untuk membantu Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pemerintah daerah dalam memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.
Baca Juga: Rangkaian HUT, TNI Gelar Pameran Alutsista dan Expo Teknologi Militer di Monas pada 19-20 September
Alasan penunjukan yaitu TNI Angkatan Darat dinilai memiliki kekuatan pasukan zeni, konstruksi, pembangunan, dan teritorial yang memadai untuk bergerak cepat di lapangan. Cakupan kerjanya meliputi percepatan perbaikan dan pembangunan kembali jembatan-jembatan vital yang terputus demi memulihkan mobilitas masyarakat.
Sementara itu untuk program sumur bor merupakan salah satu program resmi pemerintah Indonesia yang dijalankan secara lintas kementerian dan lembaga untuk mengatasi krisis air bersih serta mendukung ketahanan pangan. KSAD Maruli sendiri baru saja mendapatkan apresiasi langsung dari Presiden dan memberikan dukungan penuh terhadap program TNI AD Manunggal Air yang membangun ribuan titik sumur bor guna mengatasi kesulitan air bersih bagi masyarakat.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































