TNI AD Siapkan 412 Calon Dansat, Perkuat Sishankamrata di Perbatasan

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat tengah menyiapkan 412 calon Komandan Satuan (Dansat) untuk memimpin satuan di seluruh Indonesia. Hal ini dipastikan saat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan pengarahan kepada para calon Dansat ini di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (29/9).
Maruli pada kesempatan tersebut meminta kepada para calon Dansat untuk memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), khususnya di wilayah perbatasan, sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menjelaskan, Sishankamrata yang dibangun para pendahulu bangsa dan sesepuh TNI tetap relevan dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis. Khusus di wilayah perbatasan, kekuatan pertahanan tidak cukup hanya mengandalkan alutsista, tetapi juga perlu didukung kesiapan, kesadaran, dan militansi masyarakat sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara.
Baca Juga: Rampungkan Pendidikan, Siswa Kursus Para Dasar A-213 Berhasil Raih Brevet
“Ancaman yang ada dan yang akan datang harus kita pahami. Apa ancamannya, itu yang dilatihkan. Alat-alat apa saja yang dipersiapkan, kemudian konsep operasinya, termasuk kemampuan satuan yang dikerahkan dan bagaimana logistiknya,” ujar Maruli.

Lebih lanjut, Maruli juga menekankan kesiapan satuan harus disesuaikan dengan karakter ancaman dan kondisi wilayah, termasuk menghadapi kemungkinan perang gerilya. Karena itu, para calon Dansat dituntut mampu memahami lingkungan strategis serta menyiapkan satuannya secara tepat untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
Selain kesiapan operasional, Maruli juga meminta para calon Dansat terus mengembangkan inovasi dan pemikiran kreatif untuk memajukan satuan. Para komandan diharapkan tidak terjebak dalam rutinitas, melainkan mampu menghadirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan tugas.

Baca Juga: Jepang Rampungkan Operasi Helikopter Chinook dalam Pemadaman Karhutla di Kalimantan
Berikutnya, Maruli menyinggung pentingnya kepedulian terhadap kondisi prajurit, terutama personel yang melaksanakan operasi di daerah penugasan. Kesiapan personel perlu didukung penggunaan alutsista dan dukungan logistik secara efektif dan efisien, termasuk bagi prajurit yang bertugas di wilayah yang sulit dijangkau dan dalam mendukung masyarakat, termasuk di Papua.
Untuk diketahui, dari 412 peserta, sebanyak 33 orang merupakan calon Dansat Golongan IV (Kolonel), 190 orang Golongan V (Letkol), dan 52 orang Golongan VI (Mayor). Selain itu, hadir pula 19 calon Komandan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) Tahap III, IV, dan V serta 113 calon Komandan Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) Tahap III, IV, dan V.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































