HANKAM

TNI AD Siap Kerahkan Denzinubika Bantu Penanganan Kontaminasi Radioaktif di Cikande

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana
Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. (IDM/Ronald)

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan pihaknya siap mengerahkan pasukan untuk membantu penanganan kasus paparan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Cikande, Banten.

Pasukan yang dimaksud Wahyu yaitu Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika). Ia mengatakan pasukan ini memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas dekontaminasi, termasuk terhadap paparan zat radioaktif.

"Benar, satuan ini selalu dalam kondisi siaga dan siap digerakkan apabila ada permintaan resmi dari instansi yang berwenang," kata Wahyu di Jakarta, Selasa (7/10).

Baca Juga: Punya Kemampuan Anti-Kapal Selam, INS Kadmatt Jadi Sorotan Saat Berlabuh di Makassar

Hingga saat ini untuk kejadian di Cikande, lanjut Wahyu satuan Denzinubika sudah memantau perkembangan situasi di lapangan, namun belum dilibatkan secara langsung karena belum ada permintaan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada Kepala Staf Angkatan Darat.

"Sesuai prosedur, permintaan dukungan tersebut memang harus diajukan secara formal agar pengerahan pasukan dan peralatan bisa dilakukan secara terkoordinasi," kata Wahyu.

Ia menjelaskan penanganan awal di lapangan kasus di Cikande masih berada di bawah kendali KLHK dengan dukungan tim dari BRIN yang sedang melakukan pemetaan area terdampak. Bahkan tim BRIN juga sempat melakukan pengecekan terhadap alat deteksi radioaktif yang dimiliki Denzinubika sebagai bagian dari koordinasi teknis.

"Apabila nanti ada perintah dari pimpinan, dalam hal ini dari Bapak Kasad, maka TNI AD melalui Pusat Zeni Angkatan Darat siap segera mengerahkan Denzinubika untuk membantu penanganan di lokasi sesuai tugas pokok dan kemampuan yang dimiliki," tutup Wahyu.

Baca Juga: Pangkormar Gelar Temu Khusus Pejabat Marinir, Fokus Evaluasi Program

Sebelumnya, pemerintah melalui Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Sesium-137 (Cs-137) dan Kesehatan Pada Masyarakat Berisiko Terdampak, yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulfikli Hasan dengan Ketua Harian yaitu Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq bergerak cepat menangani kejadian khusus cemaran radiasi Cesium-137 (Cs-137) yang terdeteksi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.

Satgas berhasil mengamankan 20 drum, 17 jumbo bag dan 3 pallet. Proses pengangkatan dan pengangkutan material terkontaminasi akan terus dilakukan hingga seluruh area yang terpapar radionuklida Cs-137 dinyatakan bersih.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan telah memeriksa 1.562 pekerja yang beraktivitas di kawasan industri dan wilayah sekitarnya hingga radius 5 kilometer. Mereka yang terindikasi terpapar radiasi telah diberikan obat prussian blue, penawar racun yang berfungsi mengeluarkan radionuklida Cs-137 dari dalam tubuh. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.