TNI AD: Siaga 1 Bukan karena Konflik Timur Tengah

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono memastikan penerapan eskalasi siaga 1 yang dikeluarkan panglima TNI lewat telegram beberapa waktu lalu tidak terkait konflik Timur Tengah.
Menurutnya kegiatan kesiapsiagaan tersebut tidak berkaitan dengan kondisi geopolitik tersebut, melainkan murni bagian dari prosedur internal militer, namun munculnya berbagai spekulasi tersebut dipengaruhi oleh momentum yang bertepatan dengan meningkatnya tensi konflik internasional.
Baca Juga: TNI AD Turunkan Eskalasi Siaga 1 Menjadi 3, Ini Penjelasannya
“Momennya kebetulan di luar lagi ada perang, sehingga masyarakat sensitif dan bertanya-tanya. Padahal ini bagian dari profesionalisme kita menjaga kesiapsiagaan,” kata Donny di Mabesad, Kamis (12/3).
Lebih lanjut ia mengatakan TNI AD saat ini fokus membantu Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama arus mudik maupun perayaan lebaran. Meski sebagian prajurit menjalani cuti lebaran secara bergantian, ia memastikan kesiapan personel tetap terjaga.
Baca Juga: Dukung Operasi SAR ATR 42-500, Lanud Sultan Hasanuddin Raih Penghargaan dari Basarnas
“Tentunya kita akan melaksanakan kegiatan pengamanan karena itu tugas kita. Kita juga akan membantu atau mem-backup kepolisian,” ujar Donny.
Ia pun menegaskan tidak ada perbedaan sikap antara Mabes TNI dan TNI AD terkait kebijakan kesiapsiagaan tersebut. Menurutnya, semua kebijakan tetap berada dalam komando Panglima TNI dan dilaksanakan secara terkoordinasi di seluruh matra. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































