HANKAM

TNI AD Sebut 27 Juta Masyarakat Belum Nikmati Air Bersih

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII dan Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Selasa (8/4). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut ada 27 juta masyarakat di Indonesia belum menikmati air bersih.

Hal ini diungkapkan Maruli saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII dan Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Rabu (8/4).

Baca Juga: Jenderal Kopassus Mayjen Yudha Airlangga Pimpin Koops TNI Habema

Maruli pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah harus menjadi prioritas seluruh unsur bangsa sesuai bidang tugas masing-masing.

Sementara itu, untuk membangun kekuatan pertahanan dan meningkatkan kesejahteraan prajurit, Maruli mengatakan TNI AD terus berupaya membantu masyarakat melalui program ketahanan pangan, penyediaan air bersih, serta pengairan pertanian dan perkebunan.

"Kita sudah buat sekitar 6.000 sumber air di seluruh Indonesia dan akan terus kita jalankan. Data kita, sekitar 27 juta masyarakat belum menikmati air bersih,” ujar Maruli.

Lebih lanjut Maruli menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi dan sumber daya yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan inovasi di berbagai bidang agar mampu memperkuat pertahanan negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Operasional Satuan, Tim Wasgiat Sopsad Tinjau Yonbekang 2 Kostrad

Menurut Maruli pembinaan kekuatan TNI AD harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan guna mewujudkan postur pertahanan negara yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis. Kemudian seluruh kebijakan Presiden untuk meningkatkan pendapatan negara dan kesejahteraan masyarakat, lanjutnya, juga harus didukung penuh.

Kegiatan ini diikuti 85 peserta P3N dan 104 peserta P4N yang berasal dari unsur TNI, Polri, kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, badan usaha, dan organisasi masyarakat. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.