TNI AD Salurkan Lima Ton Ransum Tempur untuk Tim SAR Pesawat ATR 42-500

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodam XIV/Hasanuddin menyalurkan lima ton ransum tempur untuk tim SAR yang sedang mencari dan mengevakuasi korban pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dilansir dari keterangan Dispenad, Kamis (22/1), Pangdam XIV/Hasanuddin (Hsn), Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan bahwa bantuan logistik tersebut merupakan dukungan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak setelah menerima laporannya tentang analisa terhadap kondisi medan dan cuaca di daerah operasi yang dinilai sangat ekstrem dan membutuhkan dukungan logistik yang bisa bertahan lama.
Baca Juga: Dukung Operasi Pencarian ATR 42-500, CN-295 TNI AU Angkut Kebutuhan Logistik Tim SAR Gabungan
"Ransum tersebut terdiri dari eprokal, naraga, dan lemanas natura. Eprocal merupakan minuman berupa kopi, susu dan sereal, sedangkan naraga adalah makanan siap saji dengan kandungan gizi yang baik dan sering digunakan di daerah operasi," kata Bangun.
Bantuan ini lanjut Bangun untuk seluruh tim SAR Gabungan baik dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD maupun relawan, sehingga seluruh tim tidak kekurangan bahan makanan selama berada di lokasi pencarian.
Baca Juga: Cerita TNI AD, Lima Hari Berjibaku dan Temukan Black Box ATR 42-500
"Nanti Helikopter bisa mengantar kita ke titik-titik penimbunan logistik sehingga apabila tim ini tidak berhasil turun ataupun mereka harus bermalam diatas mereka tidak akan kekurangan logistik artinya mereka akan memanfaatkan naraga ataupun ransum militer yang sudah kita timbun di beberapa titik ini. Itu untuk menjamin agar tim tidak kekurangan bahan makanan," kata Bangun.
Untuk diketahui Tim SAR gabungan kembali menemukan korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung. Pencarian dan penyisiran juga masih dilakukan di lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya korban. Hingga sekarang total sudah ada tiga korban meninggal dunia yang ditemukan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































