HANKAM

TNI AD Rombak Total Jembatan Pongpet yang Ambruk di Pangandaran

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak didampingi Kepala Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Kapusziad) Mayjen TNI Budi Hariswanto melihat langsung kondisi jembatan gantung Pongpet, Senin (14/9). (Foto: Dok. Penpusziad)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat akan merombak total jembatan gantung Pongpet, Pangandaran, Jawa Barat yang ambruk akibat tali sling lepas dan miring pada Minggu (30/8).

Hal ini dipastikan saat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak didampingi Kepala Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Kapusziad) Mayjen TNI Budi Hariswanto melihat langsung kondisi jembatan, Senin (14/9).

Baca Juga: TNI AL dan Angkatan Laut Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Bawah Air

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fisik jembatan sekaligus mengevaluasi langkah penanganan yang akan dilaksanakan guna memulihkan akses masyarakat yang terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Maruli menegaskan bahwa Jembatan Gantung Pongpet akan dibangun kembali secara menyeluruh. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan hasil kajian teknis di lapangan bersama tim ahli, dengan tujuan menghadirkan konstruksi jembatan yang lebih kuat, aman, dan memiliki daya tahan jangka panjang.

Menurut Maruli, perbaikan tidak cukup hanya dilakukan pada bagian yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pembongkaran total dan pembangunan kembali dari awal dinilai sebagai solusi terbaik untuk memastikan kualitas struktur jembatan dapat disempurnakan sesuai standar konstruksi yang dibutuhkan.

Baca Juga: Antisipasi Perang Modern, Marinir Latih Operator Drone UAV

“Jembatan ini akan dibangun kembali secara menyeluruh agar lebih kokoh dan aman digunakan masyarakat. Dengan rekonstruksi total, kualitas konstruksi dapat ditingkatkan sehingga mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang,” kata Maruli.

Rencana rekonstruksi Jembatan Gantung Pongpet diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Namun demikian, proses pembangunan berpeluang selesai lebih cepat apabila pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara intensif dan didukung kondisi lapangan yang memungkinkan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.