HANKAM

TNI AD Resmikan 200 Jembatan di Indonesia

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan Jembatan Gantung Garuda Kecamatan Sawang, Lhokseumawe, Aceh Utara, Senin (9/3). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan 200 titik jembatan di seluruh Indonesia. Peresmian ditandai dengan seremonial pengguntingan pita di Jembatan Gantung Garuda Kecamatan Sawang, Lhokseumawe, Aceh Utara, Senin (9/3).

Maruli pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan akses transportasi, khususnya saat melintasi sungai yang memisahkan sejumlah desa di wilayah tersebut.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa peresmian jembatan di Aceh juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan Ramadan TNI AD sekaligus untuk meninjau langsung berbagai proyek yang telah dilaksanakan di daerah.

Baca Juga: Indonesia Sepakat Beli Rudal BrahMos dari India

“Kenapa saya pilih Aceh, sekalian kita Ramadan keliling, sekalian buka puasa di Aceh dan lihat project nya di Aceh. Ini juga kami mendapat banyak masukan, bagaimana sekolah-sekolah, bagaimana sekarang jembatan ini, nanti kita coba diskusikan yang lalu lintasnya padat harusnya bukan jembatan gantung,” ujar Maruli.

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
(Foto: Dok. Dispenad)

Lapor ke Presiden Prabowo Subianto

Saat peresmian tersebut, Maruli langsung melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui video conference terkait pembangunan jembatan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk pembangunan hunian sementara serta penyediaan sumur bor bagi masyarakat.

Ia mengungkap bahwa TNI AD memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak bencana. Hingga saat ini telah dilakukan survei sekitar 480 lokasi yang mencakup pembangunan atau peningkatan jembatan, sekolah, penyediaan air bersih, serta pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

Baca Juga: Kodiklatau Bahas Pembangunan Daerah Latihan TNI Matra Udara di Tanah Tidung dan Nunukan

Menjelang Idul Fitri, TNI AD juga tetap fokus membantu penanggulangan dampak bencana melalui berbagai program pembangunan, termasuk pembangunan Jembatan Garuda. Jika infrastruktur yang telah dibangun kembali rusak akibat banjir besar atau bencana lainnya, TNI AD siap membantu membangun kembali.

“Kami kebetulan mampu mengerjakan ya kami kerjakan. Ada keluarga besar kita mendapat bencana ya kita kerjakan,” kata Maruli.

Hingga saat ini TNI AD telah menyelesaikan 135 Jembatan Garuda di tiga wilayah Sumatra yang terdampak bencana. Secara nasional, pembangunan lebih dari 6.000 Jembatan Garuda ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 1,5 tahun.(rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.