TNI AD Rekrut Bintara Ahli Pertanian dan Perkebunan, Ini Alasannya

Jakarta, IDM – TNI AD menggelar rekrutmen calon Bintara PK TNI AD Keahlian TA 2024. Adapun fokus utama rekrutmen ini adalah untuk menjaring calon prajurit berlatar belakang keahlian di sektor pertanian dan perkebunan.
Dilansir keterangan dari Dispenad, Selasa, (22/10) rekrutmen ini dalam rangka mendukung program Pemerintah dan Kementerian Pertahanan RI, khususnya terkait ketahanan pangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri Upacara Penyambutan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
Rekrutmen dimulai dari tahap seleksi di tingkat Panitia Daerah (Panda) di seluruh Kodam pada 5-23 Agustus 2024, dan dilanjutkan di tingkat Panitia Pusat (Panpus) di Pussenif Bandung pada 12-25 September 2024. Selain jalur reguler Kodam, rekrutmen ini juga membuka kesempatan bagi lulusan D3 Politeknik “Ben Mboi” Unhan RI di Belu, NTT, sebuah institusi di bawah naungan Kementerian Pertahanan yang berfokus pada pendidikan ilmu terapan.

Dalam proses seleksi, total 269 calon Bintara berhasil lolos dan selanjutnya akan menjalani pendidikan di Secaba Rindam III/Slw bagi calon prajurit pria, serta di Pusdikkowad Kodiklatad untuk calon prajurit wanita. Dari jumlah tersebut, terdapat 47 calon Bintara dengan keahlian di bidang pertanian, 28 di bidang perkebunan, 70 di bidang perikanan, dan 30 di bidang peternakan. Keahlian di empat sektor tersebut sangat relevan untuk mendukung program ketahanan pangan yang sedang dipacu pemerintah.

Selain itu, lulusan D3 Politeknik “Ben Mboi” Unhan RI dipersiapkan dengan pengetahuan terapan yang lebih mendalam, khususnya terkait sektor pertanian dan perkebunan, yang nantinya akan diaplikasikan dalam tugas mereka di lapangan. Hal ini akan mendukung efektivitas dan efisiensi program ketahanan pangan nasional yang menjadi perhatian utama pemerintah dan TNI AD.
Selain empat keahlian tadi, rekrutmen ini juga mewadahi keahlian-keahlian lain seperti kelistrikan, teknik mesin, teknik komputer, dan keperawatan, yang juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan di berbagai sektor pembangunan nasional. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































