HANKAM

TNI AD Luncurkan Program Jembatan dan Gentengisasi

Rumah Tidak Layak Huni
Peluncuran program pembangunan jembatan dan gentengisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Korem 052/Wijayakrama. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat melalui Kodam Jaya/Jayakarta meluncurkan program pembangunan jembatan dan gentengisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Korem 052/Wijayakrama, ditandai dengan ground breaking yang dipimpin Pangdam Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi, Rabu (25/3).

Dilansir dari keterangan Dispenad, program ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam pembinaan teritorial sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui peran aktif membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Baca Juga: Tongkat Komando Cenderawasih Berganti, Mayjen Febriel Buyung Sikumbang Perkuat Stabilitas Papua

Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak, TNI AD terus mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah.

Rumah Tidak Layak Huni
(Foto: Dok. Dispenad)

Dijelaskan program ini menyasar pembangunan 4 unit jembatan yang akan berkembang menjadi 8 unit setelah proses verifikasi, serta gentengisasi 8 unit RTLH yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan melalui sinergi dengan mitra dan program CSR.

Kegiatan tersebut tersebar di wilayah Kodim jajaran Korem 052/Wkr, meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang, mencakup pembangunan jembatan beton dan jembatan gantung, serta perbaikan atap rumah warga kurang mampu maupun prajurit terdampak bencana angin puting beliung.

Baca Juga: 8 Perwira TNI AD Terima Jabatan Baru, Ada Dandim Tolikara hingga Pangdam Cenderawasih

"Program ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, di mana jembatan yang dibangun menjadi akses vital penghubung antarwilayah, jalur aktivitas masyarakat termasuk anak sekolah, serta penunjang kegiatan ekonomi," tulis keterangan Dispenad.

Untuk diketahui sejumlah jembatan yang dikerjakan dalam program ini dalam kondisi rusak berat dan masih menggunakan konstruksi darurat yang berisiko bagi keselamatan. Sementara gentengisasi difokuskan pada rumah warga dengan kondisi atap rusak, bocor, dan rawan roboh, guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan hunian. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.