HANKAM

TNI AD Klarifikasi Dugaan Anggotanya Ditangkap Brimob di Makassar

Personel Yonif Raider 700:WYC
TNI AD dari Yonif Raider 700/WYC saat memberikan klarifikasi. (Foto: Dok. Kodam XIV/Hasanuddin)

Jakarta, IDM – TNI AD dari Yonif Raider 700/WYC memberikan klarifikasi terkait dugaan anggotanya ikut terlibat aksi keributan saat demontrasi peringatan tiga dekade tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di depan Kampus UMI Makassar, Jumat (24/4).

Menurut Danyonif Raider 700/WYC, Letkol Inf Iwan Sunarya dalam keterangan resminya, Senin (27/4), dugaan tersebut tidak benar. Ia menjelaskan berdasarkan video yang viral di media sosial menampilkan seorang pria yang menggunakan baju kaos bertuliskan "Raider" ditahan oleh beberapa anggota brimob di sekitar Kampus UMI, bukanlah anggota TNI.

Baca Juga: Momen Pangdivif Pimpin Latihan Renang Militer

Iwan memastikan hal tersebut dengan langsung mengundang awak media untuk hadir bersama ke rumah pria terduga tersebut. Disaksikan pihak keluarga, pria yang bernama Suaib tersebut mengatakan ia bekerja sebagai petugas keamanan bukan anggota TNI. Ia menjelaskan bahwa keberadaannya di lokasi kejadian semata-mata karena rasa penasaran saat hendak menonton konser di sekitar Mall Nipah bersama rekannya.

“Saya bukan anggota TNI, saya kerja sebagai security perumahan,” tegas Suaib saat memberikan klarifikasi. Ia menambahkan, kaos bertuliskan “Raider” yang dikenakannya diperoleh melalui pembelian di platform Shopee dan dipakai sebagai bentuk kebanggaan terhadap TNI, tanpa maksud menyamar atau mengaku sebagai anggota.

Baca Juga: TNI Pastikan Utamakan Keselamatan Prajurit di Lebanon

Suaib juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat dihentikan oleh anggota Sat Brimob Polda Sulsel yang tengah melakukan penyisiran di lokasi. Meski telah menunjukkan identitas diri berupa KTP, ia tetap dicurigai sebagai anggota TNI karena atribut yang dikenakan, sehingga dilakukan pengambilan video yang kemudian beredar luas di media sosial.

"Dengan ini saya memastikan tidak ada keterlibatan anggota Yonif Raider 700/WYC dalam peristiwa keributan tersebut, serta mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan lebih bijak dalam menyikapi konten di media sosial," tutup Iwan. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.