TNI AD Kerahkan Pasukan 3 Batalion, Tangkal Karhutla di Sumsel

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat dari Kodam II/Sriwijaya mengerahkan personel dari tiga batalion untuk mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.
Dilansir dari keterangan Kodam II/Sriwijaya, Kamis (18/6), Kodam II/Swj memperkuat peran Komando Kewilayahan dengan mengerahkan satuan bantuan. Pasukan TNI AD yang dilibatkan antara lain, Yonzipur 12/Karana Jaya, Yon Arhanud 12/Satria Bhuana Prakasa, dan Yonif TP 950/Raja Mankute.
Baca Juga: TNI AD Gembleng Kader Koperasi Merah Putih, Total 475 Siswa
"Personel gabungan ini disiapkan bersama peralatan khusus pemadaman dan pembukaan sekat bakar," tulis keterangan Kodam II/Sriwijaya.
Untuk diketahui, tahun 2025 lalu operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diprioritaskan di enam provinsi dan berhasil.
Menurut Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni keberhasilan ini berkat kerja sama antarsektor termasuk peran TNI yang sama-sama berkomitmen menanggulangi kebakaran hutan.
Lebih lanjut kata Juli, sinergi yang solid ini berhasil menekan angka karhutla pada tahun 2025 ini. Tahun 2024 lalu, jumlah karhutla mencapai 376.805 hektar, sedangkan tahun 2025 ini 213.984 hektar.
Baca Juga: 4 Pesan KSAL ke Perwira Lulusan Seskoal: Sentil Hedonisme hingga Ambisi Jabatan
Efektivitas kerja sama juga dilihat dari turunnya nilai kerugian negara akibat karhutla. Tahun 2025 nilainya sebesar Rp 6,7 triliun sedangkan pada tahun 2019, nilainya mencapai Rp 75 triliun.
Penanggulangan Karhutla diamanatkan ke TNI sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. “Perbantuan TNI dalam mengatasi Karhutla ini sesuai dengan Undang-Undang TNI khususnya Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 9, yaitu membantu tugas pemerintahan di daerah, termasuk dalam mengatasi kebakaran hutan terutama di daerah-daerah rawan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































