TNI AD Kembali Kirim Bantuan ke Cianjur, Ada 3 Ton Beras dan 100 Mie Instan

Jakarta, IDM - Wujud kepedulian dalam membantu meringankan dan mempercepat pemulihan kondisi korban terdampak bencana gempa di Cianjur, TNI AD kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Cianjur. Kamis, (1/12).

Bantuan yang terdiri dari 3 ton beras, 100 dus mie instan, 82 dus dan 16 bungkus eceran minyak goreng ini, diserahkan langsung secara simbolis oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD) Letjen TNI Agus Subiyanto di Lapangan Prawatasri Joglo dan Kampung Nagrak.
Sejak terjadinya gempa pada 21 November 2022 yang lalu, selain menerjunkan ribuan prajurit untuk memberikan pelayanan kesehatan, dapur umum dan membantu proses evakuasi serta pencarian korban gempa, TNI AD beserta jajarannya juga aktif mengirimkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa di Cianjur tersebut.

Baca: TNI AD Akan Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa dari PT Adaro
Wakil KSAD berharap dengan komitmen serta kepedulian TNI AD ini, dapat mendukung dan membantu pemerintah dalam penanganan bencana gempa di Cianjur. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































