HANKAM

TNI AD Kebut Pembangunan Jembatan Gantung yang Sambungkan 4 Desa di Aceh Tengah

TNI AD
Personel gabungan TNI AD bersama warga kebut pembangunan jembatan di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Personel gabungan dari Koramil 09, Kodim 0106 Aceh Tengah, Yonif TP 854 DK, dan Pusat Zeni Angkatan Darat bersama dengan masyarakat terus mempercepat proses pembangunan jembatan gantung.

Salah satunya adalah proses pembangunan jembatan gantung sepanjang 120 meter di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, yang hingga Selasa (24/2) telah mencapai 57 persen dan akan terus dipercepat agar segera dapat digunakan masyarakat.

Dikutip dari rilis resmi TNI AD, Kamis (25/2), saat ini pengerjaan pembangunan jembatan gantung berfokus pada pengelasan hanger dan klem hanger, pemasangan hanger, serta pemasangan dan pengelasan gelagar lantai.

Baca Juga: 14.200 Personel TNI AD Berkumpul di Bandung, Ada Apa?

Material utama seperti semen, pasir, batu split, besi, sling baja, tiang pylon, dan plat baja telah tersedia di lokasi. Optimalisasi personel dan pengaturan waktu kerja terus dilakukan guna memastikan penyelesaian tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.

Jembatan ini dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses transportasi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Nantinya, jembatan akan menghubungkan Desa Kala Ketol, Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara, sekaligus menjadi jalur vital bagi aktivitas pertanian, pendidikan, layanan kesehatan, dan distribusi hasil bumi masyarakat.

Baca Juga: OPM Bakar Dua Orang di Nabire, Satu Anggota TNI AD

Salah seorang warga Desa Burlah, menyampaikan harapannya agar jembatan segera selesai karena memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

“Selama ini kalau mau ke desa sebelah atau membawa hasil panen, kami harus memutar cukup jauh dan memakan waktu lama. Dengan adanya jembatan gantung ini nanti, perjalanan tentu lebih cepat dan aman,” ungkapnya. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.