TNI AD Jago Siber, Borong Tiga Gelar di Ajang Rise The Ranger

Jakarta, IDM – Prestasi membanggakan diraih TNI Angkatan Darat di ranah siber. Tak tanggung-tanggung tiga gelar juara berhasil didapatkan di Ajang Cyber Competition Rise The Ranger-2 Tahun 2026. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Satuan Siber TNI melalui Pusat Siber TNI Angkatan Darat (Pussiberad).
Dilansir dari keterangan Dispenad, Rabu (26/8), tiga tim terbaik TNI AD berhasil meraih juara pada kategori umum Incident Response dan Digital Forensic.
Baca Juga: Mengenal Pendidikan Tamtama Genderang Sangkakala TNI AD
"Pada kategori Incident Response, Juara 2 diraih Kapten Caj Arif Rahmat, Kapten Cke Faishal Azhiman, dan Lettu Cke Abdurrahman. Sementara Juara 3 diraih Letda Cke Nugroho Adi, Letda Inf Eko Wahyu, dan Letda Cke Danny Aulia. Adapun pada kategori Digital Forensic, Juara 3 diraih Lettu Cpn Aghni Raesa dan Lettu Cke Ghaza Isbullah," tulis keterangan Dispenad.
Untuk diketahui, kompetisi tersebut diawali babak penyisihan secara daring pada 15 Agustus 2026, yang diikuti 142 tim Attack and Defense, 108 tim Incident Response, dan 111 tim Digital Forensic. Enam tim terbaik dari masing-masing kategori dan materi kemudian melaju ke babak final yang digelar secara luring di GOR Achmad Yani, Mabes TNI, pada 23 Agustus 2026 untuk kategori umum dan 24 Agustus 2026 untuk kategori mahasiswa.
"Keikutsertaan tiga tim TNI AD tersebut merupakan bagian dari pembinaan Pussiberad dalam meningkatkan kompetensi prajurit di bidang keamanan siber. Kompetisi ini menjadi sarana untuk menguji kemampuan secara langsung, mengasah ketanggapan menghadapi berbagai tantangan siber, serta meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman di ruang siber," tulis Dispenad.
Baca Juga: TNI AD Adaptif, Ubah Yonhub jadi Yonkomlek
Selain kompetisi, rangkaian kegiatan Cyber Competition Rise The Ranger-2 Tahun 2026 juga mencatatkan Rekor MURI untuk TNI dalam kategori kompetisi siber dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1.397 peserta.
Diharapkan prestasi tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD membangun talenta siber yang profesional, kompeten, dan adaptif. Kemampuan tersebut diperlukan untuk memperkuat kesiapan TNI AD dalam menghadapi perkembangan ancaman siber sekaligus mendukung terwujudnya pertahanan siber Indonesia yang tangguh.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































