HANKAM

TNI AD: Implementasi Pertahanan Darat Adalah Pertempuran dan Teritorial

Ilustrasi prajurit TNI AD.
Ilustrasi prajurit TNI AD. (Foto: Dok. IDM)

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membeberkan implementasi fungsi utama TNI AD sebagai alat pertahanan negara di darat.

Menurutnya sebagai alat pertahanan negara di darat, TNI AD menjalankan fungsi melalui dua pendekatan pokok, yakni fungsi utama pertempuran dan fungsi utama teritorial.

“Fungsi utama pertempuran menempatkan TNI AD sebagai kekuatan militer yang senantiasa siap menghadapi ancaman bersenjata yang mengganggu kedaulatan negara. Sedangkan fungsi utama teritorial merupakan kekuatan yang melekat pada jati diri prajurit sebagai bagian dari rakyat itu sendiri, wujudnya TNI AD menyatu, membina, dan menyiapkan ketahanan wilayah secara menyeluruh melalui kiprahnya bersama-sama rakyat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya dalam keterangannya, Selasa (10/6).

Baca Juga: Penerbang Tempur Skadron 15 Lakukan Ferry Flight Jelang Latma dengan RTAF

Lebih lanjut dikatakannya bahwa kedua fungsi ini bukan berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi dalam satu tarikan nafas pertahanan negara yang kokoh dan berlapis.

"Inilah keunikan sekaligus keunggulan sistem pertahanan Indonesia yang berbasis rakyat semesta. Dimana komponen utama, cadangan, dan pendukung, saling bekerja secara sinergis menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk ancaman, baik fisik maupun non fisik," jelas Wahyu.

OMSP Diamanatkan dalam UU TNI

Di sisi lain, lanjut Wahyu bahwa UU TNI secara tegas juga mengamanatkan peran TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang salah satu tugas pokoknya adalah membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan nasional yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.

Dalam konteks ini, TNI AD senantiasa hadir bukan sebagai pelaksana utama, tetapi sebagai enabler (kekuatan pendorong, pemicu, dan penyambung/pendukung) daya pembangunan negara, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh elemen sipil.

Baca Juga: Awali Pendidikan, Ratusan Prasis Semaba PK TNI AU A-55 Jalani Orientasi Medan

"Hal tersebut dimungkinkan karena sifat organisasi TNI AD yang cakupannya begitu luas dan berdampingan dengan masyarakat hingga ke pelosok tanah air,” kata Wahyu.

Dengan semangat itulah, kata Wahyu TNI AD terus mengembangkan bentuk-bentuk implementasi yang konkret atas tugas dan fungsi yang telah diamanatkan negara.

"TNI AD percaya, membangun pertahanan yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan tempur semata, tetapi juga oleh kedekatan TNI dengan rakyatnya, serta keberhasilan dalam mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh pelosok negeri. Segala langkah yang kami lakukan dirancang untuk memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh, baik melalui kesiapan tempur maupun ketangguhan wilayah, dengan tetap berpijak pada prinsip profesionalisme dan disiplin prajurit,” tutup Wahyu. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.