TNI AD Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa Magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodam XIII/Merdeka bergerak cepat memberikan bantuan pascagempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4).
Dilansir dari keterangan Penkodam XIII/Merdeka, tim yang dikerahkan yaitu jajaran Korem 131/Santiago. Mereka dikerahkan ke sejumlah wilayah terdampak, khususnya di Kota Manado dan Kota Bitung. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari evakuasi korban, pendataan kerusakan, pembersihan puing-puing bangunan, hingga membantu masyarakat yang terdampak secara langsung.
Baca Juga: Tinjau RS Dustira, KSAD: Faskes TNI AD Harus Mampu Beri Pelayanan Cepat dan Profesional
Di wilayah Kota Manado, satu Satuan Setingkat Peleton (SST) gabungan dari Korem 131/Santiago bersama personel dari Kodim 1309/Manado melakukan proses evakuasi korban serta pembersihan material bangunan yang rusak, termasuk di sekitar Gedung GOR KONI Sario. Selain itu, personel juga turut membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Sementara itu, di Kota Bitung, satu SST dari Kodim 1310/Bitung bersama 20 personel dari Yonif TP 916/BS turut diterjunkan untuk membantu penanganan dampak gempa. Kegiatan difokuskan pada penanganan rumah rusak berat serta pemberian imbauan kepada masyarakat pasca terjadinya gelombang tsunami kecil di wilayah pesisir Lembeh dan Kasawari.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Pinjaman Luar Negeri untuk Beli Jet Tempur KAAN
Di wilayah Kodim 1302/Minahasa, masing-masing satu SST dikerahkan untuk wilayah Minahasa dan Minahasa Tenggara. Personel melaksanakan bantuan kepada warga terdampak, sekaligus melakukan pemantauan situasi guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Hingga saat ini, situasi di wilayah terdampak gempa secara umum berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan normal,Personel Kodam XIII/Merdeka terus melaksanakan pemantauan dan penanganan lanjutan di lapangan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































