TNI AD Gelar Simulasi Penanganan Jenazah Konflik Bersenjata

Jakarta, IDM – TNI AD dari Direktorat Hukum Angkatan Darat (Ditkumad) menggelar simulasi Transfer of Knowledge (TOK) tentang penanganan jenazah dalam konteks konflik bersenjata bukan internasional.

Kegiatan ini dibuka Direktur Hukum TNI Angkatan Darat (Dirkumad) Brigjen TNI A. Agung Widi W dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai implikasi penanganan jenazah terhadap penegakan hukum, dengan fokus pada prosedur hukum, etika, dan profesionalisme.
Baca Juga: Kerahkan Pesawat C-130J Super Hercules, Indonesia Kirim Hibah Senjata dan Amunisi ke Kamboja
"Penanganan jenazah tidak hanya memerlukan keterampilan teknis, tetapi juga harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab moral mengingat pentingnya menjaga martabat manusia, meskipun dalam situasi konflik," kata Agung dikutip keterangan resminya Dispenad, Sabtu, (31/8).

Lebih lanjut ia berharap para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperolehnya dalam tugas sehari-hari, serta senantiasa mematuhi standar operasional dan aturan hukum yang berlaku. Dirkumad juga menekankan pentingnya kolaborasi antara militer, penegak hukum, dan tenaga medis dalam penanganan jenazah, untuk memastikan hasil operasi yang optimal.
Baca Juga: Koopssus TNI Gelar Simulasi Pengamanan VVIP IAF & MSP
"Saya mengapresiasi semangat dan profesionalisme yang ditunjukkan para peserta selama simulasi dan berharap keterampilan yang diperoleh dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan integritas prajurit dalam menjalankan tugas penegakan hukum di masa depan," tutup Agung. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































