TNI AD Gelar Pendidikan Bintara Rudal Starstreak Arhanud

Jakarta, IDM – TNI AD dari Pusat Pendidikan Arteleri Pertahanan Udara (Pusdikarhanud) mengelar Pendidikan Bintara Rudal Starstreak Arhanud (Dikba Rudal Starstreak) TA 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wadan Pusdikarhanud Kolonel Arh Zaenudin.
Baca Juga: Marinir Uji Amunisi Tank Amfibi BMP-3F Jarak 4 Km
Dilansir dari keterangan Penpusdikarhanud, Rabu (13/5), dijelaskan bahwa perkembangan teknologi pertahanan udara menuntut prajurit Arhanud untuk memiliki kemampuan, profesionalisme, serta penguasaan alutsista modern yang handal, khususnya dalam pengoperasian Rudal Starstreak sebagai salah satu sistem senjata pertahanan udara yang strategis.
"Pendidikan ini bertujuan untuk membekali para prajurit dengan pengetahuan dan keterampilan teknis maupun taktis dalam pengoperasian Rudal Starstreak, sehingga mampu mendukung tugas satuan Arhanud TNI AD secara optimal di medan tugas," tulis keterangan Penpusdikarhanud.
Diharapkan dengan pendidikan ini mampu membentuk prajurit Arhanud yang profesional, tangguh, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi militer modern.
Baca Juga: TNI AL Matangkan Taktik ‘Sea Denial’ untuk Hadapi Konflik Global
Untuk diketahui, Rudal Starstreak adalah sistem pertahanan udara jarak pendek (MANPADS). Starstreak menggunakan panduan laser untuk menghancurkan pesawat tempur dan helikopter rendah hingga jarak 7 kilometer. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































