TNI AD Gelar Demonstrasi Integrasi Siskom Ranpur Kavaleri

Jakarta, IDM – TNI AD dari dua satuan yaitu Pusat Komunikasi dan Elektronika Angkatan Darat (Puskomlekad) dan Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) menggelar demonstrasi integrasi sistem komunikasi kendaraan tempur (Siskom Ranpur) di Pusdik Kavaleri Pussenkav TNI AD, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7).
Baca Juga: 13 Perwira TNI AD Lulus Latihan di Belarusia, Spesialis Pasukan Operasi Khusus

Dilansir keterangan dari Penpuskomlekad, kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kapuskomlekad, Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie dan Wadan Pussenkav Brigjen TNI Rayen Obersil.
Dijelaskan kegiatan demonstrasi dilakukan dengan mengintegrasikan Battlefield Management System (BMS) Posko dan BMS Personel, Pernika, interkom Ranpur serta Jammer.

Baca Juga: Marinir dan Kogabwilhan I Bikin Drone Serbu Otomatis, Bakal Dijajal di Dabo Singkep!
Kegiatan dilakukan untuk memastikan konektivitas semua komponen yang saling terhubung satu dengan lainnya sehingga pimpinan dapat melihat langsung melalui layar monitor setiap kejadian di medan sebenarnya dan memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan secara cepat, tepat, akurat dan real time.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































