TNI AD Gandeng Perusahaan Keramik untuk Bangun Rumah Prajurit

Jakarta, IDM – TNI AD menggandeng salah satu perusahaan keramik di Jawa Timur PT Arwana untuk program pembangunan rumah prajurit. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Arwana dan TNI AD, Selasa (25/2/2025).
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan Kerja sama yang terjalin antara keduanya menjadi bagian dari sinergi untuk pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Bertemu Utusan Rusia, Bahas Kerja Sama Pertahanan Hingga Alutsista
“Jadi, kerja sama dengan PT Arwana sejak 2010, telah membantu kita (TNI AD) memperbaiki rumah prajurit, kantor, dan membantu masyarakat. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut, dan PT Arwana dapat terus berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui perluasan produksinya ini,” ujar Maruli dalam keterangannya, Selasa, (25/2).
Sebelumnya diberitakan pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tengah menyiapkan pembangunan Rumah Khusus untuk Anggota TNI Angkatan Darat (TNI AD).
Baca Juga: TMMD ke-123 di Dusun Binuang Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan rencana pembangunan rumah tersebut akan dimulai pada akhir Januari 2025 yang akan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking).
“Rencananya ada sekitar 5.500 unit di 5 tempat, yakni di Serang sekitar 1900 unit, kemudian di Bantul, Bekasi, Bogor dan Brebes. Untuk BP Tapera tolong siapkan kuota FLPP-nya,” kata Menteri Ara dalam keterangannya, Kamis, (16/1). (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































