HANKAM

TNI AD Gagalkan Penyelundupan 22 Paket Sabu di Perbatasan RI-Malaysia

Prajurit Satgas Pamtas Yonkav 13:SL
TNI AD dari Satgas Pamtas Yonkav 13/SL menggagalkan penyelundupan 22 paket narkotika jenis sabu-sabu di perbatasan RI-Malaysia. (Foto: Dok. Penkodam VI/Mlw)

Jakarta, IDM – TNI AD dari Satgas Pamtas Yonkav 13/SL menggagalkan penyelundupan 22 paket narkotika jenis sabu-sabu di perbatasan RI-Malaysia.

Dilansir dari keterangan Penkodam VI/Mulawarman (Mlw), Senin (19/1), aksi penggagalan berawal dari pantauan Pos TNI Tanjung Aru terkait adanya peningkatan aktivitas masyarakat pada jam rawan malam hari.

"Pola aktivitas tersebut mengindikasikan dugaan penggunaan dan peredaran narkotika, berdasarkan intensitas pergerakan, waktu aktivitas serta lokasi yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur tidak resmi," tulis keterangan Penkodam VI/Mlw.

Baca Juga: TNI Percepat Pemulihan Pascabencana, Dua Jembatan Bailey Selesai Dibangun

Tim Satgas Pamtas Yonkav 13/SL pun bergerak secara cepat dan spontan menuju lokasi guna melaksanakan pengecekan langsung, tertutup serta pengendalian situasi. Tim segera melaksanakan penyekatan dan penyisiran terbatas guna mengantisipasi keberadaan pelaku serta kemungkinan adanya barang bukti yang ditinggalkan.

"Dalam penyisiran tersebut, tim menemukan 1 (satu) buah tas selempang warna hitam yang berada di area semak-semak dan diduga kuat sengaja ditinggalkan oleh pelaku saat melarikan diri. Di dalam tas tersebut didapati barang-barang berupa 22 paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu-sabu serta alat-alat yang biasa digunakan untuk mengisap narkotika antara lain 3 buah bong dan 4 korek api," tulis Penkodam VI/Mlw.

Dari hasil temuan tersebut Satgas Pamtas Yonkav 13/SL melaporkan kejadian tersebut ke BNN Sebatik dan pihak Kepolisian Polres Nunukan. Sesuai prosedur dan hasil koordinasi, barang bukti diserahkan kepada pihak Polsek Sebatik Barat untuk dilakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Danpusdik Kodiklatau Pimpin Sertijab Komandan Wingdik 500/Umum

Sementara itu, Pangdam VI/Mlw, Mayjen TNI Krido Pramono menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kinerja serta keberhasilan dalam tugas yang di tunjukkan oleh Satgas Pamtas Yonkav 13/SL.

Hal ini katanya menunjukkan komitmen dan kesigapan TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara di perbatasan.

"Sekecil apapun tindakan ilegal atau ancaman di perbatasan dapat berdampak besar pada keamanan dan kedaulatan negara. Oleh karena itu, selaku Satuan Tugas Pengaman Perbatasan kalian harus selalu waspada dan sigap dalam menghadapi segala bentuk tindakan ilegal," kata Krido. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.