HANKAM

TNI AD Fokus Kelola Sampah di 6 TPA Besar, Mulai Bantar Gebang hingga Suwung Denpasar

Rapat kolaborasi
Rapat kolaborasi dalam penanganan sampah terpadu dan mitigasi dampak kemarau panjang di Mabesad, Jakarta, Kamis (4/6). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – TNI AD akan fokus mengelola sampah di enam Tempat Pembuangan Akhir (TPA) besar di Indonesia. Sampah ini nanti diubah dengan teknologi menjadi bahan bakar (waste to fuel).

Hal ini diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat rapat kolaborasi dalam penanganan sampah terpadu dan mitigasi dampak kemarau panjang di Mabesad, Jakarta, Kamis (4/6).

Dilansir dari keterangan Dispenad, rapat tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, para bupati dan wali kota se-Jawa Barat, serta para Dandim jajaran Kodam III/Siliwangi.

Baca Juga: Satgas UNIFIL dan Dua Personel Cedera akibat Konflik Israel-Hizbullah Tiba Indonesia, Catatkan Sejumlah Torehan

Maruli pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa persoalan sampah telah menjadi tantangan nasional yang membutuhkan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan. Karena itu, TNI AD berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah sekaligus membantu mitigasi dampak kemarau panjang, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih.

“Permasalahan sampah merupakan isu yang harus ditangani secara bersama-sama. TNI AD siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan,” kata Maruli.

Lebih lanjut Maruli juga memaparkan sejumlah lokasi yang menjadi fokus pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar yaitu TPA Bantar Gebang dan Sumur Batu di Bekasi, TPA Galuga di Bogor, TPA Sarimukti di Bandung Barat, TPA Jatibarang di Semarang, serta TPA Suwung di Denpasar. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan nilai ekonomis dan mendukung ketahanan energi.

Baca Juga: Mayjen Bagus Suryadi Tayo Resmi Jabat Dirjen Strahan Kemhan Gantikan Letjen Agus Widodo

Selain membahas pengelolaan sampah, rapat koordinasi juga menyoroti antisipasi dampak kemarau panjang yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah berdasarkan prediksi BMKG. Dalam hal ini, TNI AD siap mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat serta berbagai langkah mitigasi lainnya guna mengurangi dampak kekeringan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI AD yang selama ini aktif membantu pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan, termasuk penanganan lingkungan hidup. Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan TNI AD menjadi modal penting dalam menghadirkan solusi yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.