HANKAM

TNI AD: Eskalasi di Timur Tengah Bisa Berdampak Stabilitas Nasional

Ilustrasi apel prajurit TNI
Ilustrasi apel prajurit TNI. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – TNI AD melalui Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis meminta para prajuritnya agar tidak menutup mata terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang menurutnya kian memprihatinkan.

Hal ini dikatakannya melalui Inspektur Upacara, Irdam II/Sriwijaya Brigjen TNI M. Fachmi Rizal Nasution saat memimpin Upacara Bendera Bulanan Periode Maret 2026 yang berlangsung di Lapangan Makodam II/Sriwijaya Palembang, Sumatra Selatan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Operasional, Sathar 83 Uji Smokewinder Pesawat Tempur F-16 dan T-50i

"Dinamika global tersebut memiliki dampak yang dapat berimbas langsung pada stabilitas nasional, sehingga menuntut kepekaan intelejen dan kewaspadaan," kata Ujang dikutip keterangan Penkodam II/Sriwijaya, Kamis (19/3).

Lebih lanjut pada kesempatan tersebut Ujang juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan dalam menuntaskan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2025.

Keberhasilan tersebut dinilai sebagai cerminan loyalitas tinggi, namun Pangdam juga menekankan bahwa setiap kendala yang dihadapi harus menjadi bahan evaluasi fundamental demi efektivitas kinerja di tahun 2026.

Baca Juga: Cermati Dinamika Lingstra, Pangkoopsudnas: Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Operasional

Memasuki tahun anggaran berjalan, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis yang telah ditetapkan dalam Rapim TNI, TNI AD, hingga Rapim Kodam II/Sriwijaya. Fokus utama yang ditekankan adalah penyelarasan program kerja satuan dengan arah kebijakan komando atas demi tercapainya sasaran organisasi yang tepat guna dan berdaya guna.

Salah satu poin penting yang ditegaskan adalah urgensi peningkatan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran di seluruh lini. Kodam II/Sriwijaya berkomitmen penuh untuk mendukung pencapaian kembali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, sebagai wujud transparansi dan tanggung jawab moral TNI AD dalam mengelola keuangan negara dengan bersih dan tertib. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.