TNI AD dan US Army Gelar Latma "Ksatria Warrior" di Situbondo

Jakarta, IDM – Kostrad TNI AD dan US Army menggelar latihan bersama (Latma) "Ksatria Warrior" di Dodiklatpur V/Brw, Kedunglo, Asambagus, Kabupaten Situbondo. Latma ini dibuka langsung Asops Kasdivif 2 Kostrad Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo, Rabu, (21/8).

Menurut Medi, latma ini diikuti oleh 163 orang peserta dan digelar selama 5 hari.
Baca Juga: Prajurit Satlinlamil 3 Makassar Latihan Pembebasan Kapal di KRI Teluk Hading
"Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan interoperabilitas antara kedua angkatan bersenjata. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan olah yudha masing-masing personel, memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat," kata Medi, seperti dikutip dari keterangan Penkostrad, Kamis (22/8).

Adapun beberapa materi latihan yang akan dilaksanakan antara lain Prosedur Pimpinan Pasukan (P-3), Menembak tepat, Taktik Pertempuran Infanteri, Latihan Staf, Penggunaan Teknologi Militer, Survival serta Latihan Medis dan Evakuasi.
Baca Juga: Satuan Baru Koopsus TNI Toreh Pujian dari AS
"Melalui latihan ini, diharapkan semua prajurit bisa mengenal satu sama lain dan membina persahabatan antara TNI AD dengan US Army untuk menambah wawasan dan berbagi ilmu materi baik ofensif maupun defensif sehingga semakin profesional," kata Medi.
Turut hadir dalam upacara tersebut Wadankodiklat TNI, Dandodiklapur Rindam V/BRW, Dandim 0823 Situbondo, Kapolres Situbondo, Danpuslatpurmar 5/Baluran, Danramil Banyuputih, Kapolsek Asembagus. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































