TNI AD dan PBNU, Sepakat Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI

Jakarta, IDM - KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, menerima kunjungan KH. Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU) di Mabesad Rabu (2/3).
Silaturahmi antara dua tokoh ini menggambarkan keakraban antara kyai dan santri, di mana Jenderal TNI Dudung Abdurachman, saat mudanya pernah menjalani kehidupan sebagai santri.

Dalam acara yang penuh keakraban tersebut, Ketua Umum PBNU yang didampingi oleh Bapak Achmad Ghufron Sirodj dan Bapak H. Thomas Azis Riska menyampaikan kesamaan pandangnya dengan Angkatan Darat dalam menjaga keutuhan NKRI. Sebagai ketua ormas Islam terbesar di Indonesia KH. Yahya menyampaikan bahwa agama Islam tidak seharusnya dijadikan sebagai alat untuk memecah belah, dan umat Islam juga jangan mudah dipecah belah agar bisa bersama-sama dan bersinergi dengan TNI AD untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Selain itu juga dibahas tentang peluang dilakukannya kegiatan pelatihan bela negara bagi GP Anshor dan Banser oleh TNI AD di masa yang akan datang. (gin)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































