TNI AD Butuh Drone dan Motor Tahan Medan untuk Papua

Jakarta, IDM – Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Letjen TNI Iwan Setiawan menyebut TNI AD drone dan kendaraan motor tahan medan untuk Papua. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke PT LEN Industri (Persero).
Dilansir dari keterangan Penpussnif, Rabu (13/8) dalam kunjungan tersebut, Iwan menekankan pentingnya sinergi dan pertukaran pengalaman untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme TNI AD.
Baca Juga: JAT Intensifkan Latihan Jelang Tampil di Upacara Peringatan HUT ke-80 RI
"Termasuk membahas tentang kebutuhan teknologi untuk operasi militer, seperti drone dan kendaraan motor tahan medan untuk Papua. Danpussenif berharap PT LEN dapat terus berinovasi dan memahami kebutuhan TNI AD di lapangan," tulis keterangan Pussenif.
Dalam kunjungan tersebut, Iwan juga menyatakan apresiasi atas karya PT LEN dan berharap agar PT LEN semakin sukses, maju, dan berkontribusi untuk kepentingan pertahanan dan kejayaan bangsa.
Baca Juga: Indonesia Ingin Terjunkan Bantuan ke Gaza Saat Momen Peringatan HUT Ke-80 RI
Dengan kunjungan ini, diharapkan kerja sama dan inovasi teknologi antara TNI AD dan industri pertahanan dapat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































