TNI AD Buka Suara Terkait Wacana 4.000 ASN jadi Komcad

Jakarta, IDM – TNI AD melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak buka suara terkait wacana 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) direkrut menjadi prajurit Komando Cadangan (Komcad).
Wacana ini pertama kali dikatakan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Donny Ermawan di Gedung DPR RI, Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Pelatihan Komcad ASN akan Dimulai April Selama Tiga Bulan
Menurut Maruli TNI AD siap mendukung dan memfasilitasi kebijakan tersebut. Namun terkait teknisnya berjalan merupakan kewenangan dari Mabes TNI.
"Ya kemungkinan besar akan begitu, cuma kebijakan ini saya kira dari Mabes TNI nanti. Mungkin lebih detail ditanya ke Mabes TNI," kata Maruli saat acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD Tahun 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (11/1).
Lebih lanjut Maruli juga memastikan, TNI AD siap memaksimalkan semua fasilitas yang ada untuk membantu program pemerintah tersebut. Terlebih, TNI AD punya fasilitas berlatih paling lengkap.
Baca Juga: KSAD: Ada Rencana Kenaikan Tukin untuk Prajurit TNI AD
"Jadi kalau apa yang kami punya nanti petunjuknya bagaimana kita siapkan semaksimal mungkin apa yang kita bisa. Jadi memang yang paling punya banyak fasilitas untuk berlatih saya kira Angkatan Darat," kata Maruli.
Untuk diketahui pelatihan Komcad akan melibatkan tiga matra TNI yaitu TNI AL, TNI AU dan TNI AD. Komcad bertujuan memperkuat Komponen Utama (TNI) dalam menghadapi ancaman, terutama melalui mobilisasi saat negara darurat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































