HANKAM

TNI AD Buka Suara Soal Insiden Jogja Marathon, Sebut Nomor Peserta Ajudan Terlepas

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono.
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat melalui Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono buka suara terkait insiden pada kegiatan Mandiri Jogja Marathon 2026 yang viral di media sosial.

​"Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung," kata Donny di Jakarta, Senin (22/6).

Baca Juga: Apa Saja Tiga Fondasi Utama Prajurit TNI AD? Ini Kata Wakil KSAD

​Lebih lanjut, Donny menjelaskan bahwa Komandan Korem (Danrem) Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono saat itu mengikuti kegiatan bersama istri, satu orang anak, serta seorang ajudan. Mereka hadir sebagai peserta resmi dengan menggunakan empat tiket umum yang telah terdaftar sebagaimana peserta lainnya.

​"Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor peserta (BIB). Namun, dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat, sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," ujar Donny.

​Setelah kejadian tersebut, Donny menyebutkan bahwa pihak penyelenggara, event organizer (EO), dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik.

​TNI AD juga mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur demi menjaga ketertiban kegiatan. Di sisi lain, mereka menghargai langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan di ruang publik.

Baca Juga: Operasi Intelijen Satlap Tri Cakti-Satgasus Satintel Marinir Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Bijih Timah Ilegal di Babel

​"Pada prinsipnya, hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik. Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," tutur Donny.

​Sebelumnya, sebuah video beredar luas di media sosial memperlihatkan petugas pengawas lintasan yang menghadang seorang pria karena berlari tanpa nomor peserta dalam ajang Mandiri Jogja Marathon 2026. Pria tersebut sempat menghentikan larinya, namun kemudian ditarik oleh salah satu peserta lain. Meski sempat terjadi cekcok mulut, petugas lintasan tetap tegas melarang pria tersebut melanjutkan lari di jalur steril.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.